/
Selasa, 28 Februari 2023 | 22:01 WIB
Pringatan Hari Kehakiman Nasional, begini pesan Pesan Pakar Hukum Unsoed. ((Foto. Pexels.com - Sora Shimazaki))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Maraknya kasus hukum yang menjadi perhatian masyarakat mendapatkan respon Pakar hukum dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Hal tersebut diungkapkan Prof Hibnu Nugroho.

Prof Hibnu mengingatkan semua pihak agar jangan sampai peradilan lepas dari kehidupan masyarakat agar tatanan masyarakat ini tetap bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

"Kalau bicara hakim ke depan, hakim itu penjaga peradaban," kata Prof. Hibnu dikutip Antara, Selasa, (28/03/2023).

Menurut Hubnu, jika melihat dalam suatu proses peradilan,  hakim dituntut independen terhadap tekanan, intervensi dan sebagainya. Ia menekankan hakim sudah disumpah bahwa mereka akan menjalankan tugas berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Kuasa.

"Sumpahnya di situ. Di sinilah makanya taruhan independensi (hakim) itu bukan hanya pada teori, sumpah bukan pada teori, tapi implementasi," jelas Guru Besar Fakultas Hukum Unsoed itu.

Dengan demikian, lanjut Prof. Hibnu, jika implementasi hakim sebagai penjaga peradaban maka hal tersebut akan menjadikan peradilan ke depan lebih baik.

Mengacu pada hal itu, maka tidak ada lagi hakim yang terkena operasi tangkap tangan (OTT), tidak ada hakim terkena permasalahan suap, dan tidak ada yang terkena permasalahan berkaitan dengan penyunatan-penyunatan perkara.

Ia mengatakan bahwa hukuman itu harus berpikir untuk mempunyai aspek pencegahan ("deterrence") bukan sekadar bicara angka. Sementara jika bicara angka,  hal itu bermakna sebagai rehabilitatif atau sebagai restoratif atau retributif pembalasan

"Jadi makna angka itu bukan sekadar angka, tetapi angka itu harus dihidupkan sehingga putusan dengan angka itu bermakna bagi kehidupan bersangkutan atau terdakwa, termasuk bermakna bagi kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara," tegasnya.

Baca Juga: Tragis, Kemenangan Persebaya Buyar Berkat Dua Gol Pemain Rans Nusantara di Menit Akhir

Terkait dengan Hari Kehakiman Nasional yang diperingati setiap tanggal 1 Maret mendatang, ia mengatakan ke depan hakim memiliki tantangan berupa kematangan jiwa, kematangan berpikir, dan kematangan mengambil sikap karena sudah dijamin sehingga seorang hakim harus seorang pemberani.

"Jadi tidak hanya taat aturan tapi pemberani terhadap intervensi independensi yang selalu mengganggunya karena mereka telah disumpah," ujar Prof Hibnu.

Ia menilai peradilan dalam kasus Ferdy Sambo merupakan suatu yang bagus dan hal itu sebagai contoh bahwa hakim tidak terikat pada satu masalah dan tidak ada intervensi.

"Dengan demikian kalau ke depan peradilan itu baik, saya kira masyarakat akan mendukung karena namanya peradilan bagian dari komunitas masyarakat yang hanya berfungsi mengadili, setelah itu jangan sampai peradilan lepas dari kehidupan masyarakat," pungkasnya.***

Load More