- Konsumsi rumah tangga sumbang 53,88% PDB Indonesia sepanjang 2025.
- Belanja online melonjak 12,2%, dorong pertumbuhan ekonomi akhir tahun.
- Mobilitas Nataru dan bansos perkuat daya beli masyarakat di Q4-2025.
Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) RI melaporkan bahwa konsumsi rumah tangga kembali menjadi tulang punggung utama pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025. Daya beli masyarakat yang tetap terjaga menjadi motor penggerak dominan dalam struktur Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Plt. Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi jumbo sebesar 53,88 persen terhadap PDB. Sepanjang tahun 2025, sektor ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,98 persen.
“Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB sisi pengeluaran adalah konsumsi rumah tangga,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Gedung BPS RI, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Memasuki pengujung tahun, performa konsumsi masyarakat justru semakin melesat. Pada Triwulan IV-2025, konsumsi rumah tangga menyumbang pertumbuhan sebesar 2,68 persen basis point. Kuatnya angka ini didorong oleh peningkatan indeks penjualan eceran riil serta ledakan transaksi di platform digital.
Amalia merinci, transaksi belanja daring (e-commerce) melalui marketplace tumbuh signifikan sebesar 12,2 persen secara quarter-to-quarter (qtq). "Pergerakan konsumsi masyarakat ini juga sejalan dengan meningkatnya mobilitas pada momen libur Natal dan Tahun Baru," imbuhnya.
Tak hanya ritel dan belanja online, denyut ekonomi juga terasa di sektor pariwisata. Konsumsi restoran dan hotel tercatat tumbuh tinggi seiring meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara. Selain itu, intervensi pemerintah melalui belanja bantuan sosial (bansos) dinilai efektif dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.
Data BPS juga menunjukkan indikator keuangan masyarakat tetap kuat, yang tercermin dari pertumbuhan nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, hingga kartu kredit yang tetap solid hingga akhir tahun 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
Tensi AS - Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Terkoreksi ke 68 Dolar AS
-
BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen Sepanjang 2025
-
Stok Emas Fisik Pegadaian Menipis, Antrean Cetak Mengular
-
Prabowo Lantik Wamenkeu Baru Sore Ini, Siapa Pantas Gantikan Thomas?
-
Purbaya: Penerimaan Pajak Naik 30% Jadi Rp 116,2 T di Januari 2026, Bea Cukai & PNBP Lemah
-
Daftar Saham IPO Lewat Shinhan Sekuritas, Mayoritas 'Gorengan'?
-
Tiba-tiba Purbaya Singgung Demo Besar dan Penjarahan Rumah Sri Mulyani
-
Purbaya Pamer Efek Dana SAL Rp 200 Triliun: Penjualan Mobil-Motor Tumbuh, Ritel Naik
-
Tembus 3,55 Persen di Januari 2026, Purbaya Klaim Inflasi Reda Setelah Maret
-
Jumlah Pengendara di Indonesia Tinggi, Tapi Asuransi Kendaraan Masih Rendah