PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Ketupat kerap menjadi pilihan untuk disajikan bersama menu khas lebaran lain, seperti opor atau gulai. Nah, melihat tingginya minat ketupat, banyak orang yang akhirnya menjadikan selongsong ketupat sebagai peluang bisnis menggiurkan.
Selongsong ketupat dari janur, atau daun kelapa yang masih kuning selalu menjadi primadona. Berapapun ketersediaannya selalu ludes diborong ibu-ibu.
Hal inilah yang menjadi inspirasi masyarakat di Kabupaten Purbalingga pada hari-hari terakhir bulan Ramadhan untuk berbisnis atau berjualan selongsong ketupat.
Hampir sepanjang jalan di kota hingga kecamatan, bisa menjumpai para pedagang selingsong ketupat tersebut terutama di H-3.
Bahkan di setiap pasar tradisional bisa dipastikan kita akan menjumpai pedagang-pedagang tersebut, seperti Sobihin yang jauh-jauh dari Desa Pengadegan menawarkan selongsong ketupat hingga pasar Hartono Purbalingga.
"Kiye nggawa 1.600 biji, regane nek esuk 50 apa 60, wis mandan awan ya 40 per 100 biji (ini bawa 1.600 biji, harganya kalau pagi Rp 50 ribu atau Rp 60 ribu, kalau sudah agak siang jadi Rp 40 ribu per 100 biji-red)," ujar pria paruh baya yang kesehariannya bekerja di proyek saat diwawancara, Kamis (20/4/2023).
Harga yang ditawarkan para pedagang pun bervariasi, mulai dari 400 hingga 750 rupiah per biji.
Jika Sobihin menjual per ikat berisi 100 biji selingsong ketupat, lain halnya dengan Miarso yang menjual per ikat berisi 20 biji dengan harga 15 ribu rupiah.
"Dinten niki mbekto 1.100 biji, regine mawi-mawi wonten sing 15 per iket wonten sing 20 (hari ini bawa 1.100 biji, harganya bervariasi ada yang 15 ribu rupiah per ikat ada yang 20 ribu rupiah-red)," katanya.
Baca Juga: Denise Chariesta Ditinggal Kekasih Dikondisi Hamil Muda, Warganet: Karma! Gampang Diajak Ngasur Sih
Bisa diperkirakan omset yang didapatkan para pedagang selongsong tersebut dalam 1 hari dimana rata-rata mereka bisa menjual 1.000 biji selongsong ketupat dengan harga rata-rata 500 rupiah, maka dalam 1 hari itu mereka bisa memperoleh omset 500 ribu rupiah.
Tentu persiapan yang mereka lakukan sudah jauh hari untuk membuat ribuan selongsong ketupat tersebut.***
Berita Terkait
-
Kisah Pemudik Motor Roda Tiga dan Bajaj, Alasan Lebih Murah Ketimbang Naik Bus
-
Mataram Persiapkan Pawai Malam Takbiran Setelah Adanya Penetapan 1 Syawal
-
Resep Ketupat Ricecooker, Begini Caranya agar Hasilnya Lembut dan Padat
-
Ketahui Cara Masak Ketupat Hemat Gas dan Tak Mudah Basi, Pakai Rumus 20-30-20-30
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa
-
Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi
-
5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang
-
5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran
-
Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
-
Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas