PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengapresiasi lomba pacuan kuda yang diselenggarakan di lapangan Tegalrejo, Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, Kebumen.
Dito hadir atas undangan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. Ini adalah pertama kalinya event pacuan kuda yang berlangsung sejak tahun 1957 dihadiri Menteri.
Kedatangan Menteri Dito yang didampingi Bupati, dan Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih, serta jajaran Forkopimda pun disambut hangat masyarakat.
Dito mengapresiasi diadakan kegiatan ini. Menurutnya, ini adalah kegiatan yang bukan saja menampilkan seni olahraga dalam berkuda, tapi juga berbalut budaya dan rohani.
Event ini juga dikelilingi oleh UMKM yang bisa menggerakakn perekonomian masyarakat. Hal ini, kata Dito, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mensupport liga-liga yang diadakan untuk rakyat.
"Ini yang diharapkan Presiden, perlu dimasifkan dan disuport acara-acara kombinasi antara prestasi dan entertainment untuk rakyat. Jadi ini paket lengkap," ujar Dito di lokasi.
Untuk itu, Dito berharap kegiatan semacam ini tidak hanya diadakan satu kali dalam satu tahun, tapi perlu diadakan minimal dua kali dalam satu tahun. Kemudian konsep olahraga ini perlu diiringi budaya serta disiapkan lebih meriah dan guyub.
"Kalau untuk tempat atau arena, tadi yang diusulkan pagar. Yang mungkin nanti bisa kita sinergikan, kita coba cari pihak swasta untuk mensponsori, karena saya lihat pengunjungnya cukup banyak ya: puluhan ribu. Jadi potensial sekali untuk dikembangkan agar lebih bagus," terangnya.
Sementara itu, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menpora.
Baca Juga: Timnas Indonesia Bakal Tekuk Filipina di SEA Games 2023 Kamboja
Menurutnya kegiatan ini menjadi bukti bahwa Kebumen punya banyak hal yang menjadi daya tarik masyarakat luar datang ke kota ini.
"Ini terbukti pancuan kuda ini pesertanya bukan hanya dari Kebumen tapi juga banyak dari luar daerah. Ada dari Kalimantan Selatan, Yogyakarta, Bandung, Tasikmalaya. Dengan kegiatan semacam ini, maka Kebumen semakin dikenal banyak orang, ekonomi semakin maju," singkatnya.
Pada kesempatan tersebut, Menpora memberikan piala untuk juara kelas Calon Derby yang dimenangkan Tim Bintang Selatan dari Kenojayan, Kebumen.
Lomba pacuan kuda di Ambal rutin diadakan setiap tahun. Tepatnya satu minggu setelah lebaran Idul Fitri. Untuk juara kelas tertinggi yakni Kelas Terbuka mendapat hadiah uang Rp11 juta dan juga tropi.
Diketahui, kelas yang dilombakan diantaranya ada Kelas A Sprint, Kelas Terbuka 2000, Kelas B, Kelas C Panjang dan Kelas C Sprint. Selain itu juga Kelas D Utama, Kelas D Madya, Kelas E, Kelas F, Kelas G, Kelas H, Kelas I dan Kelas J.
Kemudian, Kelas Lokal A dan B, Kelas Lokal Tradisional A dan B, Kelas Calon Derbi (kuda muda), Kelas Pemula Perdana Kecil dan Besar. (Irumacezza)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Harga Minyak RI Tembus 102 Dolar! Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan ICP Maret 2026
-
5 HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB yang Pas untuk Multitasking, Performa Stabil
-
Bukan Visual Mewah, Justin Bieber Viral di Coachella Hanya Gara-gara Putar Video YouTube Lama!
-
Update Harga BBM Pertamina 18 April 2026 dari Pertalite, Pertamax hingga Dexlite
-
Satgas PKH Buka Suara Soal Pertemuan Letjen Richard Tampubolon dengan Gubernur Sherly
-
Amarah Berujung Maut: Nenek di Kediri Menghajar Cucu dengan Kayu Hingga Tewas karena Ogah Makan
-
Mengapa Mahasiswa Perlu Menguasai Robotika Sebelum Lulus?
-
Pustakawan, 'Makcomblang' Literasi, dan Ancaman Halusinasi AI
-
Skandal PTK Khusus Pemkot Bandar Lampung: Sedot Rp3,6 Miliar Uang Rakyat Tapi Sosoknya 'Gaib'
-
Guru di Bogor Ungkap Manfaat Papan Digital Interaktif: Murid Lebih Semangat dan Tidak Bolos Sekolah