PURWOKERTO.SUARA.COM - Setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan, Firman Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya mengingatkan masyarakat, agar pola hidup sehat yang terbentuk selama bulan puasa tidak dilupakan.
Ia mengatakan, pola makan yang teratur dapat memberi kesempatan pada organ tubuh untuk istirahat beberapa saat. Tetapi jika berubah kembali menjadi tidak disiplin dan porsi makan terus bertambah, maka dapat menyebabkan obesitas.
“Obesitas atau kelebihan berat badan terjadi akibat dari penimbunan lemak yang berlebihan dalam tubuh. Itu terjadi ketika asupan makanan yang dikonsumsi lebih besar dari energi tubuh yang digunakan untuk aktivitas,” ucapnya dikutip Antara Sabtu (29/4/2023).
Menurutnya, kasus obesitas tidak bisa dianggap enteng, karena telah banyak banyak hasil penelitian mengatakan bahwa obesitas menjadi faktor risiko terjadinya penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, serangan jantung, gagal ginjal, kanker, hingga hipertensi. Obesitas turut berkontribusi pada penyebab kematian akibat penyakit kardiovaskular sebanyak 5,87 persen dari total kematian, serta penyakit diabetes dan ginjal 1,84 persen dari total kematian.
“Obesitas juga berdampak pada kerugian ekonomi yang dipicu oleh biaya perawatan akibat timbulnya penyakit komorbiditas yang memang memerlukan biaya tidak sedikit. Untuk itu obesitas saat ini telah digolongkan sebagai penyakit yang perlu mendapat intervensi secara serius dan komprehensif,” jelasnya.
Untuk mencegah masalah tersebut, ia menyampaikan ada beberapa cara yang dapat dilakukan, terutama pascalebaran.
Pertama, dengan memenuhi asupan protein harian, yakni untuk meningkatkan metabolisme tubuh 80 hingga 100 kalori per-hari.
“Mencukupi asupan protein dalam tubuh dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga keinginan untuk nyemil bisa terkendali,” ungkapnya.
Kedua, dengan melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan masing-masing orang, dilakukan selama 30 menit setiap hari, atau minimal tiga hingga lima hari per-minggu.
“Dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin dan teratur dapat membakar lemak dan kalori dalam tubuh, sehingga dapat mencegah penimbunan lemak dalam tubuh,” ucapnya.
Ketiga, ia menekankan agar menghindari konsumsi makanan dan minuman yang mengandung soda, alkohol, dan tinggi gula, karena menurutnya juga dapat memicu penyakit berbahaya, seperti kencing manis, diabetes, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga kanker.
Keempat, dengan diet rendah karbohidrat, karena menurutnya hal tersebut efektif untuk mencegah kenaikan berat badan.
Kemudian terakhir, kata dia, dengan rutin mengukur berat badan, lingkar perut, dan glukosa darah. “Sehingga dari perhitungan tersebut kita dapat mengetahui berat badan ideal tubuh kita apakah masuk kategori normal atau obesitas,” pungkasnya.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Pemain Keturunan Solo-Bandung Ini Diprediksi Bakal Jadi Bintang Baru di MLS, Penerus Maarten Paes
-
Prabowo Bertolak ke Washington, Siap Bertemu Trump Bahas Tarif Impor dan Kerja Sama Strategis
-
Film Waru: Sebuah Perjanjian Pesugihan Berdarah yang Mematikan!
-
Pesaing Galaxy Z Fold 8, Honor Magic V6 Bawa Bodi Tipis Premium
-
Rupiah Loyo ke Rp16.823 per Dolar AS, Cek Kurs di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA
-
Jakarta Juara Sampah Plastik, Tapi Morowali Tertinggi Per Kapita Imbas Ledakan Industri Nikel
-
BRI Peduli Salurkan Bantuan Sarana Produksi untuk Dukung UMKM Kreatif Sumbar
-
Manga Horor Klasik Hyakki Yakou Shou Diadaptasi Jadi Anime, Tayang April
-
Bank Buka Lagi Kapan? Ini Jadwal Buka BRI, BCA, hingga Mandiri usai Libur Imlek 2026
-
Disdik Makassar Sesuaikan Libur Ramadan dan Idulfitri 2026