/
Sabtu, 06 Mei 2023 | 13:45 WIB
Sapi-sapi ternak warga di Kebumen

PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Penyebaran virus Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang pada sapi jenis PO di Kabupaten Kebumen semakin meluas.

Setidaknya berdasarkan data terakhir pada Kamis 4 Mei 2023, ada 4.282 kasus, tersebar di semua kecamatan.


Dari 4.282 kasus tersebut, 980 dinyatakan sembuh, 27 mati, 16 potong bersyarat, dan 3.269 merupakan kasus aktif.

Dari 26 kecamatan  yang ada, Buluspesantren menjadi kecamatan paling banyak dalam penyebaran virus LSD dengan 808 kasus, kemudian puring 620 kasus, Karanggayam 448 kasus.


"LSD ini sudah merata ya di semua kecamatan, memang paling banyak kasusnya di wilayah selatan Kebumen, karena di sana banyak peternak sapi, seperti di Buluspesantren, Puring, Ambal, Petanahan, banyak di sana," ujar Bupati dalam keterangannya.


Bupati menyatakan, Pemda melalui Dinas Pertanian dan Pangan telah melakukan berbagai upaya untuk mengobati dan mencegah menyebarluasan virus LSD atau disebut virus lato-lato seperti cacar. Upaya yang dilakukan adalah dengan mengadakan pengobatan massal.


"Ini sudah gencar mengadakan pengobatan massal ke desa-desa dengan melibatkan dokter hewan dari Puskeswan. Bagi desa yang mau melakukan pengobatan massal dapat berkoordinasi demgan Puskeswas terdekat untuk dijadwalkan pengobatan massal," terang Bupati.


Dalam pengobatan massal itu setiap ekor sapi dikenakan biaya pengobatan sebesar Rp.5000. Biaya tersebut nantinya dikembalikan lagi ke kas daerah untuk PAD.

Mengapa harus bayar? Karena obat yang digunakan menggunakan dana APBD. Itu diklaim sudah tergolong sangat murah dengan dibantu subsidi pemerintah.

Baca Juga: Catat Tanggalnya, Jadwal dan Persyaratan Pendaftaran CPNS 2023


"Sapi-sapi ini nantinya dikasih obat-obatan seperti vitamin dan obat nafsu makan. Tujuannya untuk menjaga ketahanan tubuh sapi dari serangan virus," terangnya.


Sampai saat ini, pemerintah daerah belum memiliki vaksin. Pemberian vaksin baru sekali diberikan dari pusat pada Februari 2023 kemarin dengan jumlah 260 vaksin, dan saat ini sudah habis, belum ada penambahan.

"Kita terus mencoba minta tambahan vaksin dari pusat," jelasnya.


Pemerintah juga gencar melakukan sosialisasi pencegahan virus LSD dengan melakukan berbagai langkah.

Sebagai informasi, penyakit LSD ini disebabkan oleh virus, dan secara khusus belum ada obatnya, namun bisa ditangani dengan pemberian pengobatan suportif yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh sapi. 


Dengan stamina yang baik, maka tubuh berpotensi memiliki daya tahan yang baik untuk melawan infeksi. Penyakit LSD ini juga ditularkan melalui serangga (vektor mekanik) seperti lalat, nyamuk dan caplak.

Load More