PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Perkembangan kasus virus Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang sapi-sapi di Kabupaten Kebumen cukup memprihatinkan.
Saat ini setidaknya ada 4.976 kasus LSD. Pemerintah Kabupaten gencar melakukan berbagai upaya penanganan, salah satunya adalah vaksinasi.
Pemkab Kebumen telah mendapatkan 1.200 vaksin LSD seperti disampaikan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, saat launching vaksinasi di Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, pada Minggu 14 Mei 2023.
Untuk di Desa Jogosimo sendiri ada 60 ekor sapi yang divaksin. Sapi-sapi tersebut harus dalam kondisi sehat.
"Pada saat awal, Februari lalu kita sudah melakukan vaksinasi sebanyak 250 karena memang masih sangat terbatas, dan Alhamdulillah kali ini kita mendapatkan jatah 1.200 vaksin untuk diberikan kepada sapi-sapi yang dinyatakan sehat," ujar Bupati di lokasi.
Ciri sapi yang sehat, yakni suhu badan normal tidak boleh mencapai 40 derajat celcius, mata bersih, dan mulutnya kering.
Adapun sapi yang tidak sehat dilakukan karantina dengan diberikan pengobatan seperti pemberian vitamin, penambah darah agar daya tahan tubuhnya kuat.
"Kami harap masyarakat memahami. Vaksin akan berdampak sementara terhadap kondisi tubuh sapi, seperti halnya ketika kita divaksin Covid-19, ada rasa-rasa pegal dan panas. Tapi itu tidak masalah, dan harus dilakukan agar kekebalan sapi ini meningkat," terangnya.
Sapi yang telah divaksin nantinya akan diberi tanda anting di telinga, kemudian dimasukan datanya ke ISIKHNAS. Yaitu sistem informasi kesehatan hewan Indonesia yang mutakhir. Dengan sistem ini data sapi yang telah tervaksin bisa dipantau secara nasional, baik jenis, kepemilikan, dan kesehatanya.
Baca Juga: Fakta Menarik Barcelona Juara Liga Spanyol 2022-2023
Bupati menyebut, saat ini kabupaten Kebumen berada di ranking satu kasus LSD terbanyak di Jawa Tengah.
Untuk itu, pemerintah daerah terus gencar melakukan berbagai penanganan demi menekan angka kenaikan kasus LSD. Pihaknya berupaya mendorong pemerintah pusat untuk memberikan tambahan vaksin.
Di Jawa Tengah sendiri, lanjut Bupati disebut tertinggi se Indonesia, dan pemerintah daerah telah mengusulkan 30 ribu dosis vaksin ke pemerintah pusat. Mengingat LSD hanya menyerang sapi jenis PO. Sementara kabupaten Kebumen sendiri termasuk penghasil sapi PO terbaik.
"Dengan banyaknya kasus di Kebumen, kita tidak henti-hentinya meminta tambahan vaksin karena tentu saja vaksin yang saat ini tersedia belum mencukupi, dan target kita semua sapi bisa diberikan vaksin," jelasnya.
Selain itu, pemerintah berupaya memberikan bantuan sapi kepada peternak, terutama kepada petani yang sapinya mati karena LSD. Untuk diketahui data sementara di kabupaten Kebumen ada 37 sapi yang mati karena terserang LSD. "Insya Allah akan kita anggarkan agar sapi-sapi yang mati bisa ada gantinya lagi," tuturnya.
Bupati meyakinkan kepada masyarakat bahwa LSD ini bisa disembuhkan. Untuk itu demi menjaga stabilitas harga sapi, Bupati meminta kepada peternak tidak buru-buru menjual sapinya yang sakit, karena pasti akan dihargai murah. Lebih baik untuk diobati lebih dulu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Maarten Paes: Dulu Waktu Kecil, Saya Tidur Pakai Piyama Ajax
-
CEK FAKTA: Aturan Baru ASN Harus Pakai Seragam Biru Muda Gaya Kampanye Prabowo, Benarkah?
-
Jika BPJS Mati Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien Darurat, Ini Penjelasan Mensos!
-
Mengapa Pemain Lokal Enggan Abroad? Sorotan Mentalitas dari Eks Striker Naturalisasi Timnas
-
4 Sheet Mask dengan Efek Poremizing Bikin Pori-Pori Kecil dan Kontrol Sebum
-
Pengakuan Mengejutkan Nia Ramadhani: Lebih Nyaman dengan Teman daripada Ardi Bakrie
-
OTT Pejabat Pajak, KPK Sebut Kemenkeu Perlu Perbaiki Sistem Perpajakan
-
5 Rekomendasi Moisturizer Terbaik setelah Eksfoliasi agar Wajah Mulus
-
KPK Ungkap Kepala KP Pajak Banjarmasin Mulyono Rangkap Jabatan Jadi Komisaris Sejumlah Perusahaan
-
Roy Suryo Cs Desak Polda Metro Bongkar Bukti Ijazah Palsu Jokowi, Kombes Budi: Dibuka di Persidangan