PURWOKERTO.SUARA.COM – Perum Bulog Cabang Banyumas optimistis tetap bisa melakukan penyerapan atau pengadaan pangan pada musim kemarau karena masih ada petani di wilayah eks Keresidenan Banyumas, Jawa Tengah, yang panen padi dalam beberapa bulan ke depan.
Rasiwan, Pimpinan Cabang Bulog Banyumas di Purwokerto, Kabupaten Banyumas mengetakan berdasarkan analisis kami khususnya di wilayah Banyumas Raya (eks Keresidenan Banyumas, red.), dampak El Nino pada musim kemarau tahun ini tidak terlalu berpengaruh terhadap tanaman padi.
Menurut dia, hal itu disebabkan dari sisi pengairan khususnya lahan-lahan sawah yang menggunakan irigasi teknis hingga saat ini terpantau masih mencukupi kebutuhan, sehingga petani masih bisa menanam padi.
Kalaupun ada pengeringan saluran irigasi dalam rangka perawatan, kata dia, biasanya dilakukan menjelang puncak musim kemarau dan saat itu tanaman padi sudah mendekati masa panen sehingga kebutuhan airnya tidak banyak.
"Tetapi kalau persawahan yang tadah hujan, mungkin tidak bisa. Jadi, saya optimistis di wilayah kami panen masih ada, masih bisa melakukan penyerapan untuk musim tanam kedua, khususnya pada bulan Agustus-September," katanya dikutip Antara pada Rabu 24 Mei 2023.
Ia mengakui masa panen di sebagian besar wilayah eks Keresidenan Banyumas sudah selesai dan telah berlanjut dengan pertanaman musim tanam kedua.
Akan tetapi di beberapa wilayah yang ketersediaan airnya tercukupi, kata dia, hingga saat ini masih ada petani panen seperti di daerah "sabuk" Gunung Slamet yang masuk wilayah Kabupaten Banyumas.
Bahkan di beberapa wilayah Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara, lanjut dia, saat ini masih ada beberapa spot panen karena jadwal tanamnya berbeda dengan petani di daerah lainnya terutama Banyumas dan Cilacap.
"Kalau di Kabupaten Cilacap, terutama wilayah timur seperti Kecamatan Maos, Binangun, dan sekitarnya sudah hampir panen. Sementara di wilayah barat Cilacap, yang masih panen ada di Kecamatan Kawunganten," ujarnya.
Baca Juga: Final Coppa Italia Fiorentina vs Inter Milan, Predikisi Hingga Link Streaming
Menurut dia, hasil panen padi di Kecamatan Kawunganten saat musim kemarau justru tergolong bagus karena airnya tidak terlalu banyak namun ketika musim hujan malah kebanyakan air dan sering kebanjiran.
Oleh karena itu, dia optimistis target pengadaan pangan tahun 2023 yang ditetapkan untuk Bulog Cabang Banyumas sebesar 31.000 ton dapat tercapai.
"Hingga saat ini, penyerapan yang kami lakukan sudah mencapai kisaran 18.000 ton setara beras," jelasnya.
Disinggung mengenai gejolak kenaikan harga telur di pasaran, Rasiwan mengatakan pada tahun 2022, pihaknya mendapatkan penugasan untuk membantu penyediaan pakan khususnya jagung bagi peternak ayam petelur melalui Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia sebanyak 300 ton dengan harga yang lebih murah dari pasar.
Akan tetapi untuk tahun 2023, kata dia, pihaknya mendapat informasi jika Perum Bulog belum mendapatkan penugasan untuk membantu peternak ayam petelur.
"Kemarin saya sudah cek ke pusat (Kantor Pusat Perum Bulog, red.), informasinya belum ada penugasan dari Badan Pangan Nasional," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Sebelum Jatuh dan Ditemukan Meninggal, Mahasiswi Arsitektur Unhas Kirim Pesan Suara
-
BYD M6 DM Resmi Diperkenalkan di Indonesia Tanpa Umumkan Harga
-
Persib Bandung Disanksi Komdis PSSI Jelang Penentuan Gelar Super League
-
Piala Dunia 2026 Dihantui Penyebaran Penyakit Menular dari Campak, Hepatitis Hingga Ebola
-
Tragedi Luwu Tewaskan 3 Orang: Punya ABS dan Airbag, Kenapa Wuling Formo S Tetap Hancur Lawan Truk?
-
Pegang Kontrak Hingga 2040, MedcoEnergi Perpanjang Operasional di Oman
-
Mengapa Tanggal 20 Mei Diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional?
-
Adik Kandung Presiden Irlandia Ikut Ditangkap Tentara Israel di Global Sumud Flotilla
-
Harta Gubernur BI Rp72 M Disorot saat Rupiah Lemah, Punya Tunggangan Mewah Rp2,4 M
-
Dari Tong Sampah ke Turbin Listrik, Jakarta Harus Belajar Kelola Limbah dari Kopenhagen