Sarjum menyambut baik tawaran Bupati untuk menyekolahkan anaknya di pondok. Namun anaknya belum mau karena masih ingin dekat dengan ibu dan bapaknya.
"Tadi ditanya anaknya belum mau pisah sama ibunya. Paling nanti kalau SMP, karena sekarang masih kelas 4 SD, yang kecil kelas 1 SD," ucap Sarjum.
Ia sendiri tinggal di gubuk bersama anaknya sudah sekitar empat tahun.
Sementara itu, Kepala Desa Totogan Edi Muhajirin menyatakan, warganya Sarjum, selama ini hanya mendapat bantuan BLT-DD. Dia tidak mendapat bantuan lain seperti PKH dan juga RTLH, karena Sarjum belum masuk DTKS, karena awalnya nikah siri, dan bukan dari warga setempat.
"Dulu awalnya dapat PKH, tapi sekarang tidak karena dia kan pindahan dari dusun luar, bukan asli sini. Kemudian rumah yang ditinggali juga rumah mertua, anaknya ada tiga. Istri Sarjum salah satunya dia anak pertama. Jadi itu rumah masih milik mertua belum dibagi," ujar Edi.
Menurut Edi, bantuan PKH dan RTLH datanya mengacu pusat. Ketika namanya tidak ada, ia pun tidak bisa berbuat apa-apa. Namun ia mengaku sudah lama mengusulkan.
"Jadi dia hanya dapat bantuan BLT dari Dana Desa. Sudah kita usulkan tapi memang belum masuk," ucapnya.
Kemudian selain Sarjum, Bupati juga menyempatkan diri mengunjungi salah seorang warga lain yang dipasung karena mengidap ODGJ di Desa Totogan RT 03 RW 01.
Warga yang dipasung itu bernama Wiwin (25), ia hidup bersama ibunya yang juga ODGJ bernama Nafsiah (60).
Baca Juga: Bonus Puluhan Juta Menanti Atlet Purbalingga yang Raih Emas di Porprov Jateng 2023
"Nafsiah itu punya anak tiga, yang anak pertama tinggal di Wonsobo, kedua tinggal di sini sama ibu dan adiknya yang sama-sama ODGJ. Anaknya yang terakhir si Wiwin ini dipasung karena takut keluyuran karena masih muda. Anak yang nomor dua itu yang bekerja sebagai tukang kayu untuk menghidupi mereka," terang Bupati
Dengan kondisi seperti itu Bupati mengaku sangat prihatin. Dia juga meminta pemerintah desa dan Camat untuk melakukan penanganan ketika ada warganya seperti ini.
Tak lupa pada kesempatan tersebut, Bupati memberikan beras sekarung isi 25 Kg, dan uang saku, serta baju untuk mereka. ( Iruma cezza)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
100 Ribu Dokumen Rahasia Mossad Bocor! Kelompok Hacker Klaim Ungkap Operasi Global Israel
-
Menanti Nyali DPR: Mampukah Wakil Rakyat Memangkas 'Dompet' Sendiri?
-
FIFA Terus Didesak Pindahkan Laga Iran di Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Bolehkah Puasa Syawal 1 Hari Saja? Ini Penjelasan Lengkapnya Sesuai Sunnah
-
Rencana ke Ragunan saat Libur Lebaran? Cek Harga Tiket dan Jam Buka Terbaru
-
Sinopsis Whispering Water, Film Horor Baru yang Dibintangi Kim Hye Yoon
-
Bolehkah Wanita Haid Ziarah Kubur dan Membaca Yasin? Ini Hukumnya
-
Apakah Puasa Syawal Harus Berturut-Turu atau Boleh Diselingi? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Waduh, Lupa Bayar Zakat Fitrah Setelah Sholat Idulfitri? Ini Hukum dan Cara Mengatasinya
-
Manajer Ungkap Detik-Detik Pertemuan Denada dan Ressa Rizky Rossano, Usai 24 Tahun Terpisah