PURWOKERTO.SUARA.COM – Jelang puncak ibadah haji 1444 H, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengatur skema keberangkatan petugas dan jemaah menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Hal tersebut dikatakan Harun Al Rasyid Kepala Bidang Perlindungan Jemaah Haji (Kabid Linjam) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, saat meninjau Arafah, Muzdalifah dan Mina.
Menurut Harun, pergerakan petugas haji diawali pada 6 Zulhijah, Satgas akan bergerak menuju Arafah. Pada 7 Zulhijjah, Satgas sudah menempati sektor-sektor yang mereka tempati. Selanjutnya dibuat juga panitia (Ad Hoc) yang berisi 50 petugas di Arafah.
“Akan ada 11 Ad Hoc di Arafah, satu Ad Hoc membawahi tujuh sampai sembilan maktab, satu maktab jumlahnya sekitar tujuh kloter atau sekitar 2.800 jemaah haji,” kata Harun dikutip Antara pada Senin 19 Juni 2023.
Nanti pada 8 Zulhijjah 1444 Hijriyah sekitar pukul 08.00 waktu Arab Saudi, jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan dari Makkah ke Arafah. Diperkirakan perpindahan jemaah haji dari Makkah ke Arafah akan selesai pada pukul 22.00 waktu Arab Saudi.
Harun mengatakan bahwa Jemaah haji Indonesia akan wukuf di Arafah sampai 9 Dzulhijjah 1444 Hijriyah pukul 19.30 waktu Arab Saudi. Mulai dari pukul 19.30 jamaah haji Indonesia akan diberangkatkan ke Muzdalifah untuk mengambil batu kemudian ke Mina, dilansir Antara.
“Ini yang kita wacanakan, mudah-mudahan berjalan dengan lancar, semoga tidak ada perubahan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Harun juga menginformasikan bahwa akan ada Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Arafah. Sementara, jamaah haji yang sakit akan disafariwukufkan di Arafah menggunakan bis dan didampingi petugas kesehatan serta pembimbing ibadah.
Sehubungan dengan itu, Harun mengimbau jamaah haji agar sabar saat antre di Arafah, terutama saat antre di toilet. Jemaah juga perlu hemat dalam menggunakan air, karena ketersediaan air di Arafah terbatas.
Baca Juga: Niat Puasa Dzulhijjah, Dibaca Mulai Malam Ini
Jamaah haji juga diimbau tidak memaksakan diri, dan tidak memforsir tenaganya. Sehingga, mereka tidak kehabisan tenaga sebelum wukuf di Arafah bersama jemaah lain dari penjuru dunia.***
Berita Terkait
-
Sudono Ditunjuk Jadi Plh Bupati Purbalingga, Tiwi : Pelayanan Harus Tetap Optimal
-
Kenali Asuransi Jiwa bagi Jemaah Haji, Ini 5 Ketentuan yang Perlu Diketahui
-
Tempati 70 Maktab di Arafah, Jemaah Haji Indonesia Siap Laksanakan Wukuf
-
Jelang Puncak Haji, Kemenag RI Anjurkan Jemaah Tak Melakukan Ibadah Tarwiyah
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Pentingnya Belajar Ilmu Agama, Pasutri Pamer Batal Puasa karena Lupa Mandi Junub
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Rp50 Jutaan untuk Mudik Lebaran 2026
-
Serangan AS-Israel: Liga Iran Resmi Dihentikan, Pemain Asing Pilih Angkat Kaki
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Pangkalan AS, Timur Tengah di Ambang Eskalasi
-
Sampai Kapan Batas Penukaran Uang Baru 2026? Ini Cara dan Aturannya
-
Sequis Life Gelar Customer Gathering untuk Perkuat Hubungan Nasabah
-
Media Italia Klaim Jay Idzes Sebagai Rekrutan Terbaik Sassuolo Musim Ini
-
Tuhan Nggak Butuh Pengacara: Belajar Beragama "Santuy" tapi Berisi Bareng Mbah Nun
-
HP Rp 1 Jutaan, REDMI A7 Pro Resmi di Indonesia: Baterai 6.000mAh, HyperOS 3
-
Aktivis Muhammad Husein Ungkap Tanda-Tanda Perang Sebelum Israel Bombardir Iran