Bola / Bola Indonesia
Kamis, 21 Mei 2026 | 13:12 WIB
John Herdman (Mastermainsite)
Baca 10 detik

 

  • John Herdman menyiapkan proyek jangka panjang membangun generasi emas Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030.

  • Pembinaan fokus pada pencarian talenta usia 15 tahun dari kompetisi lokal dan jalur diaspora.

  • Kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama Herdman demi melahirkan pemain kelas dunia baru.

Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai menyiapkan proyek besar untuk masa depan sepak bola Indonesia. Pelatih asal Inggris itu memiliki ambisi membangun generasi emas Garuda dengan melahirkan pemain muda berkualitas dunia seperti bintang Kanada, Jonathan David.

Herdman diketahui tengah menyusun program jangka panjang menuju Piala Dunia 2030. Fokus utamanya bukan hanya membangun kekuatan tim senior, tetapi juga memperbaiki sistem pembinaan usia muda dan memperluas pencarian bakat pemain potensial, baik dari kompetisi lokal maupun diaspora Indonesia di luar negeri.

Menurut Herdman, regenerasi menjadi kunci utama agar Indonesia mampu bersaing di level Asia hingga panggung dunia. Ia ingin skuad Garuda memiliki fondasi kuat sejak usia muda, sama seperti ketika dirinya membangun kekuatan Timnas Kanada beberapa tahun lalu.

Prediksi formasi Timnas Indonesia era John Herdman di FIFA Series 2026. Benarkah sang pelatih pakai skema 3 bek warisan STY dan tinggalkan taktik Patrick Kluivert? [Dok. IG Timnas Indonesia]

“Menurut saya ini generasi yang sangat menarik. Hal terpenting dalam membangun sebuah tim adalah memahami timnas ini ingin dibawa ke mana pada tahun 2030,” kata John Herdman di kanal YouTube Antara.

Herdman kemudian mengungkap pengalamannya saat membantu perkembangan sejumlah pemain muda Kanada yang kini sukses tampil di kompetisi elite Eropa. Salah satu nama yang disebut adalah Jonathan David yang kini dikenal sebagai salah satu striker terbaik Kanada.

Selain Jonathan David, Herdman juga menyinggung perkembangan Tajon Buchanan yang kini bermain di level tertinggi sepak bola Eropa.

“Tajon Buchanan misalnya, yang sekarang bermain di level top Eropa, dulu bahkan belum masuk daftar. Jonathan David juga begitu,” jelasnya.

Jonathan David permalukan Jay Idzes di laga Sassuolo vs Juventus. (Instagram/@juventus)

Pelatih berusia 50 tahun tersebut menilai pencarian talenta harus dimulai sejak pemain masih sangat muda. Karena itu, ia ingin proses pemantauan dilakukan sejak usia belasan tahun agar potensi pemain bisa berkembang lebih cepat.

“Kita harus melihat pemain usia 15 tahun,” ucap Herdman.

Baca Juga: Dirumorkan Jadi Incaran John Herdman, Tristan Gooijer Kirim Kode untuk Timnas Indonesia

Menurutnya, pembangunan tim nasional tidak bisa dilakukan sendirian. Herdman menegaskan pentingnya kerja sama antara pelatih, direktur teknik, hingga tim pencari bakat demi menciptakan fondasi kuat bagi masa depan Timnas Indonesia.

“Pemain seperti itu perlu diberi kesempatan sekarang juga untuk menunjukkan kualitasnya di level lebih tinggi,” jelasnya.

Saat ini, Herdman juga terus memantau sejumlah pemain muda Indonesia yang berkarier di luar negeri. Beberapa pemain disebut sedang diawasi perkembangannya di Jerman dan Belanda.

“Ada pemain muda di Jerman yang kami pantau. Ada juga dua pemain di Belanda,” tutupnya.

Load More