PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA- Pemkab Banjarnegara menerima kunjungan Tim Verifikasi Lapangan Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar dari Provinsi Jawa Tengah di Pendapa Dipayudha Adigraha, Rabu (5/7/2023).
Pj Bupati Banjarnegara, Tri Harso Widirahmanto mengatakan, verifikasi lapangan dari provinsi ini sebagai tindak lanjut hasil verifikasi administrasi yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Ia menyambut baik dan mempersilakan tim verifikator untuk melakukan tinjauan lapangan serta siap membantu mefasilitasi pelaksanaan dari awal hingga akhir.
Ia berharap segala upaya dan langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam percepatan pencapaian ODF mendapatkan apresiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Sehingga Kabupaten Banjarnegara pada bulan Juli 2023 ini bisa melaksanakan deklarasi ODF 100 persen," katanya
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, dr Latifa Hesti Purwaningtyas menyampaikan, kegiatan verifikasi ini untuk melihat kesesuaian capaian ODF di lapangan.
Sedangkan untuk lokasi verifikasi sudah dipilih delapan desa dari delapan kecamatan di wilayah Kabupaten Banjarnehgara.
Delapan desa tersebut, yakni Desa Karangsari Kecamatan Pejawaran, Sijenggung Kecamatan Banjarmangu, Kaliurip Kecamatan Madukara, Tlagawera Kecamatan Banjarnegara, Twelagiri Kecamatan Pagedongan, Majalengka Kecamatan Bawang, Desa Wanadadi Kecamatan Wanadadi dan Tanjunganom Kecamatan Rakit
Ketua Tim Verifikasi Jawa Tengah, Yuni Rahayuningtyas menuturkan, Pemkab Banjarnegara sudah menyampaikan segala administrasinya. Dari situ Banjarnegara sudah mengklaim 100 persen akses untuk jamban sehat.
Baca Juga: Hanya 22 KM dari Alun-alun Purbalingga, Wisata Ini akan Gelar Festival Gunung Slamet Akhir Bulan Ini
"Klaim tersebut kita buktikan melalui kunjungan ke lokasi yang menjadi fokus penilaian. Bila tim verifikasi menemukan hal yang tidak sesuai dengan kriteria akses jamban sehat maka harus ditindaklanjuti secepatnya," terangnya
Dari hasil cek lapangan yang dilakukan, tim verifikasi mengakumulasi data yang diperoleh dan mendapatkan hasil masih ada warga yang buang air besar sembarangan (BABS).
"Sebanyak 657 Kepala Keluaraga (KK) di delapan desa sudah kita lakukan verifikasi dan mendapatkan 503 KK sudah permanen jamban sehatnya, semi permanen ada 9 KK, yang numpang 114 KK dan masih ada 31 KK BAB sembarangan," ungkapnya
Meskipun ada temuan di lokasi, namun Yuni menilai jumlahnya sedikit Dia meminta Pemkab Banjarnegara untuk segera menanganinya.
"Kami tetap optimis Pemkab Banjarnegara akan mampu menyelesaikannya untuk segera mendeklarasikan ODF 100 persen di tahun 2023 ini," ujarnya. (Irumacezza)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026