PURWOKERTO.SUARA.COM – Berkunjung ke Kabupaten Banyumas tidak lengkap tanpa singgah di Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, merupakan salah satu destinasi wisata yang populer di Kota Satria.
Tempat ini sudah diresmikan pada tanggal 13 April 2011 oleh Bupati Banyumas saat itu, Drs. Mardjoko, wisata ini menawarkan pengalaman rekreasi alternatif yang menyenangkan bagi pengunjung yang datang ke Kota Satria.
Dinamakan Taman Kota Andhang Pangrenan, lokasi ini berjarak sekitar 3,2 kilometer dari Alun-alun Kota Purwokerto. Suasana taman yang aesthetic, indah, dan nyaman menciptakan lingkungan yang cocok untuk dijadikan tempat beristirahat, bersantai, dan menikmati keindahan alam.
Dikutip dari Kanal YouTube palupi pradipta pada Kamis 06 Juli 2023, setiap sudut taman ini menawarkan pemandangan yang menarik dan menjadi spot foto yang menawan. Jika pengunjung memiliki kemampuan mengambil angle foto yang baik, pasti hasil fotonya akan sangat memukau.
Taman Kota Andhang Pangrenan memiliki luas area yang cukup besar dan dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap. Pengunjung dapat menikmati fasilitas olahraga, seperti lapangan bola, lapangan voli, dan jogging track untuk menjaga kesehatan dan kebugaran.
Selain itu, taman ini juga dilengkapi dengan area bermain anak, sehingga cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Letaknya yang dipusat kota membuat Taman Kota Andhang Pangrenan memiliki akses yang mudah dan merupakan destinasi wisata yang terjangkau bagi masyarakat setempat maupun wisatawan.
Keberadaan taman ini memberikan alternatif rekreasi yang menarik di tengah kesibukan perkotaan, sehingga pengunjung dapat bersantai dan menikmati keindahan alam dengan lebih dekat. Sebab dengan fasilitas yang lengkap dan suasana yang menenangkan.
Taman Kota Andhang Pangrenan menjadi pilihan yang tepat untuk menghabiskan waktu luang, berolahraga, atau sekadar bersantai menikmati keindahan alam. Jika Anda berkunjung ke Kota Purwokerto, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi taman ini dan merasakan pengalaman rekreasi yang menyenangkan.***
Berita Terkait
-
Berjarak 28 KM dari Kota Purwokerto, Masjid Ini Jadi Salah Satu Masjid Tertua di Indonesia
-
Cuma 1,6 Km dari Alun-alun Pekalongan, Pusat Perbelanjaan Ini Semakin Lengkap dengan Tenant Baru Brand Terkenal : Semakin Manjakan Pengunjungnya
-
Hanya 2,7 Km dari Alun-alun Purwokerto, Destinasi Wisata Alam di Tengah Kota Satria Ini Punya Fasilitas Lengkap: Luasnya Capai 1,2 Hektar!
-
Hanya 1 KM dari Alun-alun, Ikon Baru Kota Purwokerto ini Jadi Tempat yang Instagramable
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat
-
Profil Timnas Amerika Serikat: Tuan Rumah Piala Dunia yang Siap Jawab Ekspektasi Publik
-
5 Lipstik Viva Terbaik untuk Usia 40 ke Atas, Anti Menor dan Tahan Lama
-
Simfoni Kesederhanaan Didikan Mamak Nur dan Bapak Syahdan dalam Novel Pukat
-
Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026, Amerika Serikat Harus Menjamin Tidak Ada Penghinaan
-
Gubernur Sulsel: Permudah Penempatan ASN Berkualitas
-
Masakan Bu Rudy Dibawa ke Kafe Modern, Ada Nasi Cumi Hitam hingga Lidah Komplit
-
Kisah Siti Jual Rumah Demi Pernikahan Anak hingga Hidup Susah Viral, Fakta Lain Ikut Terungkap
-
Heboh Razia Ilegal Berujung Pergantian Kadishub, Bagaimana dengan Banjir Palembang?
-
Maaf Aku Lahir ke Bumi: Refleksi tentang Luka yang Tidak Pernah Bersuara