PURWOKERTO.SUARA.COM, MAGELANG- Muncak dengan berjalan kaki seharian mungkin sudah biasa. Keletihan itu akan lunas terbayar ketika sampai di puncak gunung dengan panorama yang memanjakan.
Namun nyatanya tidak semua orang sanggup mendaki karena berbagai faktor. Hanya orang dengan kondisi prima bisa melakukan petualangan yang melelahkan itu.
Muncak dengan berjalan kaki seharian mungkin sudah biasa. Keletihan itu akan lunas terbayar ketika sampai di puncak gunung dengan panorama yang memanjakan.
Namun nyatanya tidak semua orang sanggup mendaki karena berbagai faktor. Hanya orang dengan kondisi prima bisa melakukan petualangan yang melelahkan itu.
Tapi jangan khawatir. Kini anda bisa mencapai puncak gunung tanpa harus capek berjalan kaki menjelalah hutan belantara.
Yupz, Gunung Telomoyo yang berada di dua kabupaten, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang sangat ramah bagi pendaki pemula.
Bahkan bagi anda yang belum pernah sama sekali mendaki gunung.
Kabar baiknya, puncak gunung ini bisa dicapai menggunakan kendaraan, khususnya sepeda motor atau jeep.
Puncak gunung Telomoyo bisa dicapai melalui beberapa pintu, yaitu via Dalangan Kecamatan Ngablak Kabupaten Semarang, juga via Pagergedog Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang.
Seru kan? Muncak menggunakan sepeda motor dengan pengalaman yang susah dilupakan. Akses jalan menuju puncak juga cukup layak.
Baca Juga: Truk Terguling di Mandiraja Banjarnegara, Empat Penumpang Tewas
Di sepanjang perjalanan anda akan disuguhi pemandangan dari ketinggian. Jalur berkelok, penuh tanjakan membawa tantangan tersendiri namun harus tetap hati-hati.
Hawa dingin pasti menyergap sehingga jaket jangan ketinggalan. Pepohonan di kanan kiri jalan membawa kesejukan bagi pengendara yang melintas.
Anda akan melewati air terjun Watu Tlatar sebelum mencapai puncak.
Kamu juga akan melewati beberapa spot lain yang tak kalah memanjakan.
Di antaranya Cakrawala Point dengan gardu pandang yang memiliki latar belakang pemandangan keren.
Ada pula objek wisata Awang-awang dengan spot andalan, deck teras kaca dikelilingi panorama ketinggian yang aduhai.
Tag
Berita Terkait
-
Cuma 2 Km dari Alun-alun Demak, Pusat Perbelanjaan Ini Baru Diresmikan Akhir Tahun Lalu: Fasilitas Lengkap Ada Arena Bermain Anak!
-
Truk Terguling di Mandiraja Banjarnegara, Empat Penumpang Tewas
-
Berjarak 54,2 Km dari Alun-alun Cilacap, Pusat Perbelanjaan Ini Miliki Design Modern Kekinian: Banyak Spot Instagramable!
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Imbas Tabrakan KRL dengan KA Agro Bromo Anggrek, Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara
-
Sejajarkan Andrie Yunus dengan Marsinah, Dongker Bakal Abadikan Kasus Kekerasan Aparat dalam Lagu
-
Momen Dramatis Evakuasi Korban Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur
-
Kisah Kangen Band Diangkat ke Layar Lebar Lewat Film Mencari Yolanda
-
Potret Ngeri Tabrakan KA Argo Bromo-KRL, Gerbong Ringsek
-
Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
Bank Sumsel Babel Kian Agresif Perluas Akses Keuangan bagi Masyarakat Daerah
-
Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit
-
Cek Fakta: Benarkah Megawati Sebut Guru Honorer Sampah Negara? Ini Fakta Sebenarnya