PURWOKERTO.SUARA.COM, Dieng merupakan kawasan wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan lalu lintas menuju objek wisata itu selalu macet saat liburan, misalnya libur pergantian tahun baru, lebaran, dan even Dieng Cultute Festival (DCF).
Jumlah penduduk di kawasan dataran tinggi Dieng pun semakin padat. Di samping karena ada objek wisata andalan yang menyedot banyak wisatawan, dataran tinggi Dieng juga dianugerahi tanah subur.
Ini yang membuat masyarakat berbondong-bondong tinggal atau menggantungkan perekonomian di Dieng.
Penduduk Dieng mengolah lahan dengan ditanami kentang yang punya prospek menjanjikan. Sebabnya, tanaman kentang tidak bisa ditanam di sembarang tempat, kecuali di tanah dengan ketinggian cukup seperti dataran tinggi Dieng.
Ini yang membuat juga harga kentang cenderung stabil atau tinggi karena tidak semua wilayah bisa membudidayakannya.
Daya pikat Dieng bukan hanya untuk wisatawan, namun juga warga yang butuh matapencaharian.
Namun di balik itu semua, yang perlu diketahui, Dieng bukanlah zona yang 100 persen aman dari potensi bencana alam.
Perlu disadari, Dieng adalah gunung api aktif. Karenanya, di Dieng ada kantor khusus atau pos pengamatan gunung api PVMBG yang selalu memantau kondisi vulkanologi gunung api Dieng.
Kawasan yang kini dihuni padat penduduk, juga ramai wisatawan adalah area rawan bencana vulkanik.
Baca Juga: Banjarnegara Miliki Hotel Bertaraf Internasional, Hanya 6 Kilometer Dari Pusat Kota
Sebagaimana umumnya gunung api, gunung api Dieng pun bisa sewaktu-waktu meletus hingga mengancam keselamatan warga.
Apalagi Dieng dihuni padat penduduk hingga jarak antara kawah aktif dengan perumahan warga sangat dekat, bahkan kurang dari 1 km.
Tentu risiko jatuhnya korban ketika kawah meletus menjadi lebih besar, ketimbang di lokasi lain yang jauh dari pemukiman.
Banyak kawah-kawah aktif di Dieng, bahkan sebagian dijadikan objek wisata seperti Kawah Sikidang, kawah Sileri dan Kawah Candradimuka.
Sejarah mencatat, 149 jiwa penduduk melayang akibat paparan gas beracun kawah Timbang bersamaan dengan letusan Kawah Sinilah tahun 1979.
Bahkan satu desa di Dieng, Desa Kepucukan telah dihapus dari administrasi karena banyak warganya yang meninggal.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
-
Resmi Ditahan, Yaqut Diduga Terima Fee dari Jemaah Daftar Bisa Langsung Berangkat Haji
-
Resmi Ditahan, Gus Yaqut Lebaran di Rutan KPK
Terkini
-
Antisipasi 8,2 Juta Pemudik, Polda DIY Siapkan Puluhan Drone Live Monitoring Urai Simpul Kepadatan
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Didampingi Pengacara, Rismon Temui Jokowi dan Minta Maaf Langsung
-
BRI Super League: Ditahan Persijap, Pelatih PSIM Yogyakarta Evaluasi Bola Mati
-
Tandang ke Markas Borneo FC, Ini Pesan Umuh Muchtar untuk Pemain Persib Bandung
-
Jejak Digital Abu Janda Hina Rasul dan Presiden Prabowo, Kok Masih Aman?
-
Film Na Willa Tayang Lebih Dulu di 22 Kota, Tiket Jakarta Sold Out dan Sejumlah Kota Hampir Habis
-
Pertamina Siaga Penuh! Layanan Ekstra dan Antisipasi Dua Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Jateng
-
Bupati Bogor Kawal Penyaluran Bantuan Presiden agar Tepat Sasaran di Babakan Madang
-
DPR RI Ingatkan Bahaya Pemekaran Luwu Raya: Banyak Daerah Bernasib Tragis