PURWOKERTO.SUARA.COM Masyarakat Indonesia akan segera menyambut bulan Kemerdekaan RI. Berbagai hal mulai disiapkan untuk memeriahkan perayaan HUT RI ke-78. Berikut beberapa rekomendasi lomba 17 Agustus kekinian yang akan memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78.
Beberapa lomba memang identik dengan perayaan HUT RI. Berikut rekomendasi lomba 17 Agustus kekinian yang dapat digunakan sebagai inspirasi untuk meramaikan perayaan HUT RI.
Panjat Pinang
Panjat Pinang menjadi salah satu lomba yang sangat identik dengan Agustusan. Dari tahun ke tahun lomba ini selalu memeriahkan perayaan kemerdekaan di berbagai tempat. Selain diminati berbagai kalangan, olahraga satu ini mengajarkan tentang kekompakan tim dan kerja keras. Menggunakan batang pinang yang dilumuri oli, lumpur atau lemak hewan, adu strategi dan ketangkasan akan selalu seru untuk diperhatikan.
Agar lebih menarik, cobalah buat panjat pinang untuk anak-anak atau ibu-ibu dengan berbagai penyesuaian. Tidak hanya lebih seru, dapat dipastikan antusiasme warga juga akan turut meningkat.
Mencari Koin di Dalam Tepung
Permainan mencari koin dalam tepung merupakan salah satu permainan klasik. Panitia Agustusan dapat modifikasi permainna ini agar lebih seru. Jika permainan mencari koin di dalam tepung memerlukan strategi dan kemampuan menahan napas, coba tambahkan kacamata renang dalam permainannya.
Bukan mempermudah, justru permainan ini akan semakin sulit karena tepung dengan mudah akan menempel di bagian kacamata. Dengan begini, permainan menjadi menantang, dan semakin seru dipertandingkan.
Makan Biskuit
Bukan lomba seberapa banyak biskuit bisa dimakan, tapi lomba dilakukan dengan meletakkan biskuit di area dahi dan tanpa boleh memegangnya peserta harus bisa memakan biskuit ini. Dengan berbagai cara menggerakkan wajah, biskuit harus bisa sampai ke mulut kemudian di makan.
Permainan ini akan seru ketika dilakukan dengan berhadap-hadapan antara satu peserta dengan peserta lain, karena mereka juga akan tertawa melihat ekspresi wajah masing-masing.
Makan Kerupuk Silang
Bukan berarti lomba makan kerupuk dengan berganti-gantian, tapi lebih kepada peserta diminta menghabiskan kerupuk yang ada di hadapannya ketika bagian pinggan terkait dengan sarung atau rubber band yang terkait dengan peserta lain.
Disamping adu ketangkasan untuk secepatnya menghabiskan kerupuk, peserta juga harus adu kekuatan untuk menarik badan mendekati meja yang menjadi tempat kerupuk untuknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
5 Mobil yang Nggak Bikin Orang Tua Tekor: Irit, Pajak Murah, Pas untuk Anak Muda dan Mahasiswa
-
Bahaya Sepatu Kekecilan bagi Kesehatan Kaki dan Tips Memilih Ukuran Tepat
-
Ini Dia Alasan Kenapa HJB Ke-544 Bogor Digelar di Desa Malasari
-
Ini Mahkotamu King! Pesepak Bola dan Selebriti Irlandia Desak Boikot Israel
-
Ukuran Tabung CNG 3 Kg Diprediksi Lebih Besar dan Berat dari LPG 12 Kg
-
BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Matthias Sindelar: Mozart Sepak Bola Austria yang Pernah Guncang Piala Dunia
-
Legenda Manchester United: Arsenal Tak Layak Main di Final Liga Champions
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer