News / Nasional
Kamis, 05 Februari 2026 | 10:58 WIB
Sejumlah pelajar di Papua menyantap MBG. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Pemerintah Indonesia mendapat apresiasi dari United Nations Children's Fund (UNICEF). (Foto dok. BGN)
Baca 10 detik
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia dipuji UNICEF atas komitmen penguatan kualitas sumber daya manusia nasional.
  • Hingga Januari 2026, program yang dikomandoi BGN ini telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat.
  • MBG di Papua didukung kolaborasi tripartit Indonesia, UNICEF, dan Tiongkok untuk mengatasi tantangan gizi lokal.

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Pemerintah Indonesia terus mendapat sorotan positif di kancah internasional. Kali ini, United Nations Children's Fund (UNICEF) secara terbuka memuji komitmen besar Indonesia dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan gizi nasional.

Hingga Januari 2026, program yang dikomandoi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) ini tercatat telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat di seluruh penjuru tanah air. Capaian ini disebut sebagai langkah ambisius dalam memutus rantai stunting.

"UNICEF mengapresiasi Pemerintah Indonesia atas kepemimpinan dan komitmennya yang kuat untuk meningkatkan gizi ibu dan anak. Program Makan Bergizi Gratis yang dipimpin Badan Gizi Nasional merupakan contoh nyata upaya pemerintah yang ambisius dan berskala besar,” ujar Perwakilan UNICEF di Indonesia, Maniza Zaman, saat berkunjung ke Jayapura, Papua, Rabu (4/2/2026).

Menjawab Tantangan di Tanah Papua

Papua dipilih sebagai salah satu fokus utama karena tantangan geografis dan tingginya prevalensi stunting. MBG hadir bukan sekadar memberi makan, melainkan mengintegrasikan layanan sekolah dengan komunitas melalui Posyandu.

Juru Bicara BGN, Dian Fatwa, menegaskan bahwa dampak jangka panjang adalah tujuan utama dari program ini.

“Program MBG menjawab kebutuhan Papua dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. Ketika anak-anak mendapatkan gizi yang baik secara konsisten, mereka memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, belajar optimal, dan menjadi generasi Papua yang kuat,” ungkap Dian.

Keberhasilan program ini juga diperkuat melalui kerja sama tripartit antara Pemerintah Indonesia, UNICEF, dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok. Delegasi dari Kedutaan Besar Tiongkok turun langsung meninjau dapur layanan gizi dan sekolah di Kabupaten serta Kota Jayapura.

Li Hongwei, Menteri Penasihat Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia, menyatakan pihaknya sangat memahami perjuangan Indonesia karena Tiongkok pernah berada di posisi yang sama.

Baca Juga: Tanah Tabu: Suara Perlawanan Perempuan dari Jantung Papua

"Tiongkok pernah berada dalam kondisi miskin dan lemah, di mana permasalahan gizi anak menjadi tantangan besar. Melalui kerja keras selama puluhan tahun, kami berhasil melakukan perbaikan besar dalam kesejahteraan dan gizi anak-anak,” tuturnya.

Ia menambahkan dukungan penuh terhadap inisiatif Presiden Prabowo ini.

"Kami berharap kerja sama antara Pemerintah Tiongkok, UNICEF, dan Pemerintah Indonesia dapat terus menjadi contoh teladan kerja sama tripartit yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tambah Li Hongwei.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Pemerintah Indonesia mendapat apresiasi dari United Nations Children's Fund (UNICEF). (Foto dok. BGN)

Sekretaris Jenderal BGN, Sarwono, menyambut baik dukungan internasional ini. Menurutnya, pendampingan teknis dari mitra global sangat membantu menjaga standar kualitas program.

"Kolaborasi dengan mitra internasional membantu memperkuat kualitas pelaksanaan MBG, terutama melalui peningkatan kapasitas dan pendampingan teknis," jelas Sarwono.

Kunjungan lintas negara dan lembaga di Jayapura ini mempertegas satu misi: menjadikan gizi sebagai fondasi utama pembangunan. Dengan sistem gizi berbasis komunitas yang kuat, program MBG diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Load More