PURWOKERTO.SUARA.COM - Fenomena menarik kembali muncul dan terjadi di kawasan dataran tinggi Dieng Kabupaten Banjarnegara.
Fenomena tersebut juga beberapa hari terakhir ini menjadi viral di media sosial dan termasuk menghiasi beberapa grup-grup washapp.
Ya…..fenomena embun upas atau embun es yang menyelimuti dataran tinggi Dieng seolah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Munculnya embun es atau embun upas tersebut dipicu suhu udara yang cukup dingin di kawasan dataran tinggi Dieng.
Akibatnya muncul fenomena embun es di beberapa titik, seperti kompleks Candi Arjuna, lapangan sekitar Candi Arjuna, dan Dharmasala.
Bahkan dalam beberapa laman dan kanal media sosial mengunggah foto-foto cantik dengan latar belakang komplek candi Arjuna Dieng Banjarnegara bak diselimuti salju.
Dilansir dari Badan Meterorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), embun upas muncul akibat perubahan suhu yang cukup drastis khususnya di awal musim kemarau.
Kondisi tersebut ditandai dengan suhu udara yang menjadi sangat dingin menjelang malam hingga pagi, dan melonjak drastis lumayan panas menyengat pada waktu siang hari.
Faktor penyebab kondisi tersebut adalah gerak semu matahari, intrusi suhu dingin, dan laju penurunan suhu terhadap ketinggian.
Sehingga membuat terjadinya suhu dingin ekstrem hingga dapat memunculkan embun-embun dingin serta butiran es yang beku.
Masyarakan local setempat menyebut fenomena tersebut dengan sebutan embun upas atau bun upas.
Dinamakan upas karena ketika menyelimuti tanaman kentang, embun es membuat tanaman mati sehingga dikenal juga dengan istilah embun racun.
Fenomena suhu udara dingin secara alami tersebut akan terjadi pada puncak musim kemarau yakni antara bulan Juli hingga September.
Munculnya embun upas atau embun es di dataran tinggi Dieng tersbut juga ternyata berhubungan dengan kuatnya Monsoon Australia (angin timuran).
Diketahui angin timuran tersebut membawa udara kering yang berpengaruh terhadap pengurangan curah hujan di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah.
Terbaru pada Kamis 20 Juli 2023 terpantau suhu di komplek candi arjuna dataran tinggi Dieng mencapai minus 2 derajat celcius.
Bisa dibayangkan betapa dinginnya negeri atas awan saat ini, kondisi tersebut lantaran pada tadi malam harinya langit terlihat cerah penuh bintang.
Nah..untuk anda yang tertarik mengabadikan momen langka tersebut, silahkan berkunjung ke dataran tinggi Dieng dengan melakukan persiapan yang khusus seperti baju penghangat dan bekal lainnya.**Alw
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek