PURWOKERTO.SUARA.COM- Gunung Padang merupakan salah satu situs bersejarah yang menarik , sebuah kompleks situs arkeologi yang terletak di Jawa Barat, Indonesia.
Indonesia sebuah negeri yang kaya akan sejarah dan budaya, dengan banyak situs bersejarah yang mencerminkan perjalanan panjang peradaban di kepulauan ini.
Gunung Padang menjadi perhatian dunia karena dugaan penanggalan usia yang kontroversial dan artefak penting yang ditemukan, mencakup rentang waktu dari Zaman Megalitikum hingga masa Periode Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.
Latar Belakang Sejarah Gunung Padang
Gunung Padang adalah kompleks situs megalitikum yang berada di lereng Gunung Kawi, Cianjur, Jawa Barat.
Sejarah awal situs ini berasal dari masa Zaman Megalitikum, diperkirakan telah ada sejak 1500 SM.
Para ahli arkeologi percaya bahwa Gunung Padang awalnya merupakan kompleks megalitikum untuk keperluan upacara dan pemakaman.
Penemuan dan Temuan Arkeologi
Sejak awal penelitian arkeologi di Gunung Padang pada awal 20-an, banyak temuan bersejarah telah diungkapkan.
Struktur batu yang menarik dan kompleksnya menunjukkan bahwa situs ini mungkin pernah menjadi pusat keagamaan dan pemerintahan pada masa lalu.
Penemuan arkeologi meliputi berbagai benda seperti pahatan batu, prasasti, dan benda-benda kuno lainnya.
Namun, yang paling menarik dari temuan di Gunung Padang adalah dugaan piramida di bawah tanah.
Hasil peneliti mengusulkan bahwa struktur batu teras di Gunung Padang sebenarnya merupakan piramida kuno yang lebih tua dari Piramida Mesir. Klaim ini tentu saja kontroversial dan masih dalam penelitian lebih lanjut.
Kontroversi Penanggalan Usia
Salah satu kontroversi terbesar seputar Gunung Padang adalah penanggalan usianya. Sebagian besar situs megalitikum di Indonesia dianggap telah berusia beberapa ribu tahun.
Berita Terkait
-
Lanal Cilacap Gagalkan Penyelundupan Ribuan Baby Lobster Senilai Rp 140 Juta ke Jawa Barat, Dua Kurir Ditangkap
-
Berkunjung ke Jawa Barat ? Enam Rekomendasi Kuliner Ini Layak di Coba Saat Berkunjung ke Tanah Pasundan
-
Cianjur Kembali Diguncang Gempa, Kali Ini Magnitudo 4,3, Terasa Hingga ke Jaksel
-
Diduga Piramida Tertua Di Dunia, Berikut Fakta Menarik Situs Gunung Padang
-
Sepasang Kekasih dari Karawang-Bekasi Kompak Curi Motor untuk Beli Sabu
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?