PURWOKERTO.SUARA.COM- Jika berpergian ke Kota Tasikmalaya, rasanya masih kurang bila tak mengunjungi salah satu kampung yang memiliki ciri khas berbeda dari yang lain.
Ciri khas kampung ini berbeda dari lainya, pasalnya kampung yang satu ini tolak adanya listrik dan teknologi demi menjaga adat dan budaya leluhur, namanya adalah Kampung Naga.
Kampung ini terletak di sebuah lembah bukit deket aliran sungai Ciwulan tepatnya di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.
Kampung Naga merupakan sebuah kampung adat di Jawa Barat, Indonesia, yang sangat memegang teguh tradisi dan adat budaya leluhur suku Sunda.
Oleh karena itu, kampung ini secara sengaja menolak penggunaan listrik dan teknologi modern demi melestarikan adat dan budaya mereka, berbeda dengan kampung-kampung modern pada umumnya.
Namun, Kampung naga juga memiliki pemandangan yang sangat indah untuk dinikmati. Kebanyakan masyarakat di Kampung Naga memeluk agama Islam .
Meskipun tidak memakai listrik dan teknologi bukan berarti masyarakatnya minim pengetahuan. Pada malam hari masyarakat Kampung Naga masih menggunakan obor.
Jumlah bangunan di Kampung Naga ini hanya 103 unit. Arsitektur bangunan rumahnya menggunakan atap yang terbuat dari kayu, bambu ataupun ijuk.
Berikut beberapa hal yang mungkin terjadi pada malam hari di Kampung Naga:
Baca Juga: PSSI Tunjuk Pelatih Asal Jerman untuk Menggembleng Timnas U-17
Tanpa listrik, masyarakat Kampung Naga menerangi rumah-rumah mereka dengan menggunakan obor tradisional. Hal ini menciptakan suasana yang khas dan menambah nilai estetika tradisional.
Kegiatan kesenian dan budaya
Masyarakat Kampung Naga sangat menjaga dan melestarikan kesenian dan budaya leluhur mereka. Di malam hari, mereka bisa saja mengadakan pertunjukan seni tradisional, seperti tari, musik, atau drama yang menceritakan legenda dan cerita-cerita penting bagi budaya mereka.
Membaca atau bermain permainan tradisional
Tanpa teknologi modern yang mengalihkan perhatian, masyarakat Kampung Naga mungkin lebih aktif dalam berkegiatan fisik atau intelektual, seperti membaca buku-buku atau bermain permainan tradisional yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Kehidupan malam yang tenang
Dengan minimnya perangkat elektronik dan teknologi modern, malam di Kampung Naga akan cenderung lebih tenang dan damai. Suara alam dan kebersamaan dengan anggota masyarakat akan menjadi bagian penting dari kehidupan mereka.***
Berita Terkait
-
Cuma Berjarak 400 M dari Alun Alun Purbalingga, Cafe Ini Tawarkan Area Open Space dengan Nuansa Tropical Pas Buat Santai
-
Dikira Terdampar, Tak Disangka Kapal Pesiar Mewah Dipuncak Bukit Ternyata Itu Adalah
-
Nama Desa di Grobogan Ini Sangat Unik, Jadi Ingat Mau Belanja
-
Mengenal Tradisi Peringatan Isra Miraj dari Belahan Dunia
-
Berikut Profil dan Fakta Unik Joengnam Dragons, Klub Anyar Asnawi Mangkualam
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
Terkini
-
Cari Lokasi Berburu Takjil di Medan saat Ramadan? Ini 3 Tempat Favorit dengan Harga Murah
-
Kasus 13 Pekerja Pub Eltras, Polres Sikka Gelar Penetapan Tersangka Hari Ini
-
7 Fakta Penting di Balik Proses Demutualisasi Bursa Efek Indonesia
-
IHSG Menghijau 1,35% di Sesi I, 480 Saham Melesat
-
Shayne Pattynama Pulang ke Tanah Leluhur, Laga Persija vs Malut Jadi Momen Spesial
-
Shaf Rapat tapi Empati Cacat
-
Bukber Kantor dan Dinamika Kuasa yang Tak Terucap
-
7 HP Vivo dan iQOO 5G, Harga Mulai Rp 2 Jutaan!
-
Rekan Lionel Messi Akhirnya Debut! Girang Sentuh Rumput JIS Bareng Persija Jakarta
-
Pelita Jaya Gacor! Raih 10 Kemenangan Beruntun di IBL 2026