/
Jum'at, 28 Juli 2023 | 21:38 WIB
audiensi Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Semarang pada Jumat 28 Juli 2023. (Heni Purwono)

PURWOKERTO.SUARA.COM – Keberadaan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) potensial untuk menggerakkan guru sejarah di sekolah. 

Hal tersebut dikemukakan oleh Budaya Bidang Pembinaan Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Sulistiono saat audiensi Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Semarang pada Jumat 28 Juli 2023.

"Terus terang kami baru tahu tentang AGSI, semoga bisa melaksanakan kegiatan dengan baik,” ujarnya.

Pihaknya berharap,keberadaan AGSI bisa memberi manfaat dan mendukung Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah agar berjalan optimal.

“Jangan sampai ada tumpang tindih antara AGSI dan MGMP,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua MGMP Sejarah Rinto Budi Santosa berharap adanya sinergi dan kerja sama antar lembaga untuk memajukan kebudayaan terutama sejarah di Jawa Tengah.

"Kita berharap ada kerja bareng yang gayeng sehingga AGSI dan MGMP dapat saling melengkapi untuk kemajuan guru sejarah,” ujarnya.

Pihaknya juga menekankan keberadaan AGSI sangat potensial untuk menggerakkan guru sejarah disekolah.

Dukungan serupa juga dilontarkan oleh Bidang Ketenaga Kerjaan Sucipto yang berharap adanya wadah AGSI dapat meningkatkan kompensi guru sejarah di Jawa Tengah.

Baca Juga: Ternyata Disini Letak Kerajaan Pertama di Pulau Jawa Ada di Jawa Tengah, Tidak Jauh dari Lereng Gunung Slamet

“AGSI kan sifatnya sosial, jadi saya pikir bisa lebih progresif sekaligus dapat mengadvokai para guru sejarah,” tuturnya.

Adapun Ketua AGSI Jawa Tengah Heni Purwono yang sekaligus guru sejarah SMAN 1 Sigaluh dalam kesempatan tersebut memperkenalkan organisasi AGSI mulai dari sejarah berdiri hingga kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan.

“Semoga AGSI dan MGMP sejarah dapat bersinergi berperan nyata bagi kemajuan sekolah di Jawa Tengah,” ungkapnya.**Alw

Load More