PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS - Hari Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia menandai ekspansi Hash Entertainment di Jawa Tengah. Agensi digital yang berdiri September 2017 ini mengenalkan pendirian Breeze, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang digital agency di Kota Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah pada Sabtu, 19 Agustus 2023.
Breeze siap mengubah wajah industri kreatif dan hiburan sekaligus berkolaborasi dengan komunitas di Jawa Tengah. Di bawah naungan Hash Entertainment sebagai perusahaan induknya, Breeze bertekad untuk mendorong sektor kreatif dan hiburan di seluruh Jawa Tengah.
"Breeze, sebuah perusahaan hiburan yang dinamis, siap merangkul berbagai aspek mulai dari live e-commerce, management influencer, dan acara-acara menarik," kata R Radite Ajie Pamungkas, founder Hash Entertainment.
Pemilihan Purwokerto sebagai titik mula tak lepas dari potensi yang ada. Dari talent, Purwokerto memiliki jawara gaming nasional. Dari segi budaya, Kota Ngapak yang terkenal dengan kuliner mendoannya ini juga kaya akan keragaman budayanya. Maka pemilihan Purwokerto sebagai awal di Jawa Tengah menjadi sangat beralasan.
Didirikan oleh para pemimpin masa depan, Novarurozaq Nur, Yasinta Setiawati, dan Firda Rumpoko, Breeze konsisten dalam dedikasinya untuk mengangkat lanskap hiburan di Jawa Tengah menuju tingkatan yang belum pernah tercapai sebelumnya.
"Sebagai kekuatan pendorong di balik pengalaman hiburan inovatif, Breeze siap mengelola audiens agar terlibat aktif dalam live commerce dan acara interaktif lainnya," ujarnya.
Eko Budi Bawono selaku head of business Buzzlive mengatakan, perkembangan industri live commerce di masa kini menjadi sebuah media yang patut diperhatikan khalayak sebagai penyalur informasi yang efektif. Tidak terkecuali pelaku UMKM yang masih memerlukan bantuan untuk bisa masuk ke dalam dunia digital.
"Selain itu kita bertujuan untuk dapat membuka peluang pekerjaan yang lebih luas bagi orang yang tertarik untuk tampil di hadapan kamera," katanya.
Novarurozaq Nur selaku CEO Breeze, memiliki keinginan agar industri hiburan di Jawa Tengah bisa bersaing. Ia optimistis Purwokerto bisa menjadi titik awal perkembangan Breeze di Jawa Tengah dan seekitarnya.
"Meskipun kita mulai di Purwokerto, tapi tidak boleh kalah juga dengan yang ada di Jakarta, kita harus buktiin mau dimanapun daerahnya kalo emang berkualitas ya pasti berkualitas," ujarnya.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Estetika Visual atau Trik Bisnis? Membongkar Praktik Shrinkflation di Balik Porsi Mini Kafe Viral
-
Nasib Gen Z di Jalur Gaza, Sarjana Pengangguran Bergantung Hidup dari Bantuan Kemanusiaan
-
Sudah Lama Dinanti, Peserta Sambut Antusias Turnamen Sepak Bola Bergengsi di Tangerang
-
Review ANTA PG7 Travel 2: Sepatu Lari Murah Teknologi 'Dewa', Nyaman Buat Daily Run?
-
Bullet Train Explosion: Ketika Shinkansen Berpacu Melawan Bom dan Waktu
-
Gianni Infantino Murka, Tuding Kritikus FIFA Sebarkan Kebencian
-
Sungai Musi dan Jejak Batu Bara: Ketika Jalur Logistik Bertemu Krisis Ekologi
-
Jepang Gempa Bumi Besar 7,1 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami
-
Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 Triliun
-
Survei SMRC: Popularitas MBG Tinggi, Tapi Kepuasan Publik Merosot