PURWOKERTO.SUARA.COM, Seorang pensiunan PNS di Banjarnegara memilih tinggal menyendiri di hutan, Desa Prigi Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara.
Peni dan suaminya memilih menjauh dari ingar bingar perkotaan. Bukan di desa yang padat pemukiman, pasangan renta itu memilih tinggal di tengah hutan.
Rumah tempat mereka tinggal sangat sederhana terbuat dari kayu. Untuk mencapai rumah mereka, harus melalui jalur setapak menuju hutan.
Jalan setapak itu tidak dibangun pemerintah karena memang bukan akses menuju pemukiman. Melainkan jalur menuju hutan dan kebun warga yang berbatasan dengan hutan.
Peni sendiri jarang menapaki jalan itu. Jalan setapak itu hanya dilalui petani yang akan ke kebun dan hutan, itu pun jarang.
Sunyi jelas. Karena rumah tempat Peni tinggal hanya satu-satunya di hutan itu. Ia tak memiliki tetangga.
Di atas rumahnya sudah masuk kawasan hutan lindung. Tidak terdengar suara-suara warga bercengkerama layaknya di kampung.
Peni pun jarang bersuara karena tidak memiliki teman mengobrol, kecuali suaminya yang saat siang sibuk mencari nafkah di kebun.
Sedikit kegaduhan di tempat itu hanya bersumber dari suara binatang yang masih aman di habitatnya.
Rumah itu pun tidak teraliri listrik PLN karena tidak ada jaringan yang terhubung ke rumah satu-satunya itu.
Tapi rumah itu selalu terang karena ia pandai memanfaatkan teknologi kincir air untuk menghasilkan energi listrik.
Kincir air sederhana dibuat dengan memanfaatkan aliran air dari mata air pegunungan.
Cukup untuk sekadar menerangi rumah kala malam, serta menyalakan sejumlah alat elektronik di rumah tua itu.
Rumah itu bukanlah rumah baru. Peni mengaku rumah itu peninggalan orang tuanya. Rumah kayu itu didirikan sejak zaman kolonial.
Bukan hanya bangunan rumah, sejumlah perabot di dalamnya juga peninggalan era pendudukan Belanda.
Berita Terkait
-
1,3 Km dari Alun-alun Banjarnegara, Kebun Binatang Terbesar di Jawa Tengah Selatan Tiketnya Hanya Rp 10 Ribu
-
Cuma 20,5 Km dari Bandara Internasional Banyuwangi, Pusat Perbelanjaan yang Pernah Berjaya di Bumi Blambangan Kini Bangkrut: Ada Bangkai Pesawatnya?
-
Jaraknya 114 Km dari Bandara Kertajati, Pusat Perbelanjaan dengan Konsep Ala-ala Eropa di Kota Bandung Ini Selalu Ramai Pengunjung: Coba Tebak?
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
Terkini
-
Lebaran Era Baru: Hentikan Pertanyaan Basa-basi Perusak Makna Silaturahmi
-
Isu Selingkuh dengan Suami Maissy Viral, Cindy Rizky Aprilia Diancam Dibunuh
-
Israel Larang Warga Palestina Shalat Id di Masjid Al-Aqsa
-
Mudik Gratis BUMN 2026: PLN Berangkatkan 12.500 Pemudik Sekaligus Tekan Emisi
-
Setelah Senyap Nyepi, Pelabuhan Benoa Bali Sambut Kapal Pesiar Raksasa dari Belanda
-
5 Ide Permainan Seru Saat Lebaran 2026 Minim Paparan Gawai, Dijamin Bikin Keluarga Makin Dekat
-
Review Film Pawn: Jangan Nonton Kalau Nggak Siap Baper soal Keluarga
-
Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Presiden Prabowo Perintahkan Genjot Produksi Batu Bara
-
Negara Ini Mulai Siapkan Skema Penjatahan Bensin Dampak Krisis Bahan Bakar Global
-
Sistem Kelistrikan PLN Sumatera Utara Andal, Siap Layani Periode Idul Fitri 2026