/
Minggu, 17 September 2023 | 22:11 WIB
Ilustrasi suasana toko di Jepang (Destinasi nursinta-Unplash)

PURWOKERTO.SUARA.COM, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi bersama Walikota Tono City Jepang Kazuhiko Tada menandatangani kesepakatan bersama magang atau penempatan tenaga asal Purbalingga di kota yang berada di Perfektur Iwate, Jepang


Tiwi juga berharap terbuka kesempatan lainnya seperti investasi, wisata, budaya serta transfer teknologi ke Purbalingga.

“Kesepakatan ini semoga segera bisa ditindaklanjuti dengan pengiriman tenaga kerja asal Purbalingga ke Jepang dalam waktu dekat,” ujar Bupati Tiwi usai penandatanganan kesepakatan kerjasama di Meeting Hall Aeria Hotel, Tono City, Jumat (15/09/2023).

Bupati Tiwi menjelaskan Tono City memiliki luasan yang hampir sama dengan Purbalingga. 


Namun populasi penduduk kota itu hanya 26 ribu jiwa. Sehingga kota itu masih banyak membutuhkan tenaga kerja. Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan Tono City dalam hal pengiriman pekerja diyakini akan menguntungkan kedua belah pihak.

“Tono City akan tercukupi ketersediaan tenaga kerjanya dan dari sisi kita akan mengatasi persoalan pengangguran dan kemiskinan,” ujarnya.

Walikota Tono Kazuhiko Tada menyambut baik kerjasama tersebut.

Ia menyebut, Kota Tono memiliki banyak lapangan pekerjaan, akan tetapi kekurangan tenaga kerja. Menurutnya, tenaga kerja dari Indonesia selama ini dikenal memiliki kepribadian dan etos kerja yang baik. 


“Saya yakin Purbalingga dan Tono memiliki kemungkinan untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan,” katanya.

Baca Juga: Warga Desa di Banjarnegara Produksi Helikopter, Gempar saat Melintas di Jalan Raya

Sebelum penandatanganan, Delegasi Purbalingga melakukan kunjungan perusahaan (factory visit) untuk melihat langsung perusahaan yang akan menampung tenaga kerja dari Indonesia. Bupati Tiwi juga menemui para pekerja asal Indonesia yang bekerja di sana.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tiwi juga mengenalkan produk-produk unggulan Purbalingga seperti gula merah serbuk organik, kopi arabica, bulu mata palsu, batik, blangkon soedirman, abon koki dan wayang suket. 


“Kesempatan ini sekaligus mempromosikan produk kita dan semoga bisa membuka kesempatan untuk ekspor,” ujarnya.

Load More