PURWOKERTO.SUARA.COM WhatsApp telah merilis fitur terbaru bagi pengguna global. Fitur Channel ini saat ini dapat digunakan pengguna secara umum.
Channel WhatsApp saat ini dapat digunakan di lebih dari 150 negara.
"Kami mulai meluncurkan Channel WhatsApp secara global dan menambahkan ribuan saluran baru yang dapat diikuti orang di WhatsApp. Anda dapat menemukan Saluran di tab 'Pembaruan' baru," ujar Mark Zuckerberg dalam siaran resminya dikutip dari suara.com.
Manajer Kebijakan Publik WhatsApp Indonesia, Esther Samboh menjelaskan fitur Channel tersebut berbasis persetujuan dan bersifat opsional.
"Pengguna bisa memilih untuk mengikuti atau tidak sebuah saliuran di akunnya," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (13/9/2023).
Sebagai langkah awal, fitur Channel yang terlibat masih berbasis tertentu dengan akun yang sudah terverifikasi.
Namu, fitur ini tidak didukung keamanan end-to-end encryption.
Fitur Channel ini dibuat terpisah dari chat dan orang yang dipilih untuk diikuti, tidak akan terlihat oleh pengikut lainnya. Hal ini berfungsi untuk menjaga keamanan pengguna.
"Kami melindungi informasi pribadi admin dan pengikut," jelasnya.
Channel tersebut bersifat satu arah dan pengguna tidak bisa memberikan komentar tapi hanya reaksi.
"Sifatnya satu arah, tidak bisa memberikan komentar," ujarnya.
Fitur saluran ini sudah tersedia secara bertahap mulai Rabu pukul 20:00 WIB. Pembaruan ini dapat dinikmati pengguna Android, iOS, maupun versi web.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi