PURWOKERTO.SUARA.COM - Musim kemarau dan kekringan yang terjadi di wilayah Kabupaten Banjarnegara ternyata berdampak juga pada melambungnya harga salak.
Salak yang merupakan buah khas dari Banjarnegara saat ini mengalami kelangkaan yang berimbas pada meroketnya harga.
Salah seorang petani salak asal desa Sokaraja, Kecamatan Pagentan Tato mengatakan kemarau berdampak luar biasa pada langkanya salak di wilayahnya.
"Langka mas, saat ini harganya juga lagi lumayan nangkring dikisaran Rp 6 ribu per kilogramnya," ujarnya.
Lebih jauh dia menjelaskan, kondisi tersebut diperkirakan akan terus berlanjut hingga beberapa bulan kedepan mengingat musim kemarau diprediksi hingga Oktober mendatang.
"Pernah mencapai Rp10 ribu perkilogramnya dan itu terjadi pada puncak musim kemarau, saking langkanya barang," lanjutnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Sugiyanto, petani salak asal desa kendaga, Kecamatan Banjarmangu yang mengaku mengalami kesulitan untuk merawat salak saat musim kemarau.
"Meski harganya lumayan namun juga sebanding dengan perawatan yang musti dilakukan," ujarnya.
Partin menjelaskan, harga yang melambung tersebut dikhawatirkan justru membuat sepi pasaran dan konsumen beralih ke permintaan buah lain.
Baca Juga: September Purwokerto Full Konser, Ini Jadwal Lengkapnya
"Kalau musim kemarau ini musuh salak yakni mangga yang justru harganya cenderung murah," tegasnya.
Pihaknya berharap, kondisi ini tidak berlangsung lama sehingga harga salak kembali stabil seperti biasanya dan petani dibuat tidak kewalahan.**Alw
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Remember Fest x Cube Concert Siap Gebrak Jakarta dengan Nostalgia dan Inovasi
-
Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo
-
Apakah Pakai Tinted Sunscreen Aman untuk Kulit Berjerawat? Simak Jawabannya di Sini!
-
Kaki Hilang dan Tangan Terikat, Jasad Mutilasi di Depok Ditemukan Saat Warga Bakar Karung
-
Geger di Garut! Dendam Lama Berujung Pembacokan, Pria Serang Kerabat Pakai Golok
-
KPK Geledah Kantor Imigrasi Jaksel, Usut Kasus Gratifikasi Eks Wamen Silmy Karim
-
MBG Telan Korban, BGN Naikkan Status Kasus dan Sanksi Tegas Pelaku
-
Pemerintah Lebih Untung Jika Jalankan Putusan MK Soal MBG di 2027, Pakar UGM Jelaskan Alasannya
-
Lolos Final Piala Presiden 2026, Igor Tolic Justru Ungkap Alarm Bahaya untuk Persib Bandung
-
Korban Kebakaran KMP Mutiara Santosa II Berhasil Dievakuasi, Ini Kata Wamenhub