PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA- Dawet Ayu khas Banjarnegara menjadi minuman khas yang mudah dijumpai di berbagai daerah. Khusus di daerah berhawa gerah, minuman ini cukup laris di pasaran.
Kesegaran rasanya yang dihidangkan dalam kondisi dingin bisa membasahi tenggorokan yang kering kerontang.
Setiap seruputnya melegakan. Namun apakah anda mencoba Dawet Ayu di tempat muasal minuman itu berada, Banjarnegara?
Tentunya tidak semua orang berkesempatan kesana.
Namun jika jalan-jalan atau melintas di Banjarnegara jangan sampai melewatkan momen minum dawet Ayu di daerah asalnya.
Dawet Ayu terbuat dari bahan tepung beras. Warna hijaunya murni didapat dari perasan daun pandan.
Kuahnya menggunakan perasan santan kelapa yang masih segar. Pemanisnya bukan buatan, melainkan dari gula kelapa murni.
Banjarnegara sendiri termasuk sentra penghasil gula kelapa. Sehingga tak sulit mendapatkan bahan itu di daerah tersebut.
Jadilah cendol berasa pandan dengan manis gula alami dan santan bercampur es yang menyegarkan.
Yang khas lagi adalah tempat menjajakan dawet Ayu menggunakan dua gentong di sisi kanan kiri pikulan berbahan penjalin atau rotan.
Di ujung pikulan terpasang miniatur tokoh pewayangan.
Tidak susah menjumpai bakul dawet di Banjarnegara. Di sepanjang jalan nasional ruas Wonosobo-Purwokerto, banyak pedagang kaki lima atau lapak yang menjajakan dawet ayu di pinggir jalan.
Di antaranya adalah di komplek taman Kardjono Pucang, Bawang, Banjarnegara.
Lapak-lapak dawet Ayu berjajar di pinggir jalan atau sisi selatan.
Kemudian di pusat kuliner Dawet Ayu lainnya juga berada di komplek PT Indonesia Power, Desa Binorong Kecamatan Bawang, Banjarnegara yang terletak di sisi utara jalan.
Lapak-lapak dawet ayu di situ berjajar. Rata-rata penjual bukan hanya menjual dawet ayu, namun juga minuman segar lain seperti Es Kuwud dan Es Kelapa Muda.
Jangan khawatir kemahalan, rata-rata Dawet Ayu hanya dijual dengan harga Rp 5 ribu per gelas.
Dengan budget minim pun, anda percaya diri mampir di warung minuman tradisional tersebut sambil rehat melepas letih perjalanan.
Pedagangnya juga rata-rata ramah khas orang pedesaan.
Berita Terkait
-
Cuma 4 Km dari Stasiun Batang, Destinasi Wisata Belanja Ini jadi yang Pertama di Kabupaten Batang dengan Mengusung Swalayan Modern: Punya Apa Saja ?
-
Berjarak 4,7 Km dari UIN Salatiga, Taman Rekreasi Tematik Ini Menawarkan Berbagai Wahana Permainan
-
Hanya 5,5 Km dari Stasiun Pasar Minggu, Destinasi Wisata Belanja Kebutuhan Rumah Tangga Ini Punya Ragam Pilihan Lengkap: Ada Daging Kualitas Impor ?
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek