PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS - Pada masa pandemi COVID-19 yang melanda dunia, banyak orang mencari cara untuk bertahan hidup dan membantu komunitas sekitar. Inilah yang dilakukan oleh Zakaria Asidiq, seorang pemuda desa yang memutuskan untuk mendirikan “Kampung Garment Banyumas”, sebuah home industry yang bergerak di bidang konveksi pembuatan pakaian dengan konsep pemberdayaan masyarakat di Grumbul Kedungkambang, Desa Pekunden, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas.
Berdirinya Kampung Garment Banyumas bermula ketika Zakaria melihat dampak pandemi yang mengakibatkan tingginya angka pengangguran di desanya. Dengan tekad kuat untuk memberikan solusi, ia memutuskan untuk membuka peluang pekerjaan di sektor konveksi.
Keunikan dari Kampung Garment Banyumas terletak pada filosofinya yang kuat dalam pemberdayaan masyarakat. Mereka tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memberikan pelatihan kepada warga sekitar untuk meningkatkan keterampilan pada bidang menjahit, sablon hingga bordir.
Hal ini membantu masyarakat lokal mendapatkan pendapatan tambahan dan merasa terlibat dalam pengembangan usaha ini.
Kampung Garment Banyumas memiliki fokus utama pada pembuatan pakaian dengan teknik sablon dan bordir.
Produk-produk yang dihasilkan oleh Kampung Garment Banyumas sangat beragam, mulai dari kaos, seragam sekolah, kemeja, jaket, jersey, dan berbagai jenis pakaian lainnya. Namun, yang menjadi produk unggulan adalah jas almamater berkualitas tinggi.
Selain memenuhi kebutuhan konsumen lokal, Kampung Garment Banyumas juga menerima pesanan dari berbagai daerah di Indonesia. Kualitas produk yang terjaga dengan baik dan harga yang kompetitif membuat bisnis ini semakin berkembang dan meningkatkan omset bisnis mereka.
Salah satu langkah penting dalam perkembangan Kampung Garment Banyumas adalah ketika mengikuti pelatihan manajemen usaha dan keuangan yang mereka terima dari Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah.
Dengan ilmu yang didapat selama pelatihan tersebut, Kampung Garment Banyumas berhasil menata bisnis mereka menjadi lebih baik, menghasilkan produk berkualitas tinggi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Kampung Garment Banyumas adalah contoh yang menginspirasi tentang bagaimana sebuah bisnis konveksi dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat lokal, memberikan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan perekonomian daerah.
Dalam situasi sulit seperti saat pandemi, kreativitas dan tekad seperti yang ditunjukkan oleh Zakaria dan timnya di Kampung Garment Banyumas dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk berkontribusi pada perbaikan lingkungan sekitarnya melalui dunia bisnis.***
Berita Terkait
-
Inspirasi dari Mahasiswa Kembar UMP, tak Malu Jualan Nasi Kebuli
-
Politeknik Banjarnegara Wisuda 31 Mahasiswa, Ini Target yang Dicanangkan Tahun Depan
-
Pengalaman Pertama Mahasiswi Palestina Naik Bus Trans Banyumas ke Baturraden, Takjub dengan Alam Pegunungan
-
Serabi Banyumasan, Kuliner Khas yang Diburu Achmad Husein Setelah Lengser Jadi Bupati
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Tragedi Tragis Bos Rokok di Kulon Progo, Seberapa Buas Mesin Harley Davidson yang Dikendarainya?
-
PSIM Yogyakarta Kehilangan Ze Valente Lawan Semen Padang, Van Gastel Putar Otak
-
Makeup Cepat, Hasil Cantik: 5 Skin Tint Pilihan untuk Bukber
-
Warga Kaltim Diminta Waspada Banjir, Sungai Meluap hingga Jalan Licin
-
Jadwal Buka Puasa Jakarta Hari Ini, 2 Maret 2026: Catat Waktu Maghrib & Doanya
-
Jadwal MPL ID Season 17 Week 1: BTR vs Dewa United Laga Pembuka, RRQ Tantang ONIC
-
Selamat Tinggal Timnas Indonesia, Hanya 2 Negara Ini yang Berpotensi Gantikan Iran
-
7 Roster EVOS Resmi di MPL ID Season 17, Macan Putih Siap Bangkit!
-
6 Perbedaan Samsung Galaxy S26 Ultra vs Xiaomi 17 Ultra, Mana yang Lebih Baik?
-
Apa itu Pintar BI? Layanan Penukaran Uang Online Menjelang Lebaran 2026