PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA- Seiring perubahan zaman, pola pertanian pun ikut berubah. Perkembangan teknologi memengaruhi budaya bertani menjadi lebih modern. Jika dulu petani membajak sawah menggunakan bantuan kerbau, saat ini alat bajak tradisional itu sudah ditinggalkan.
Petani beralih menggunakan mesin traktor bertenaga BBM yang dinilai bisa membajak lebih cepat. Namun di areal persawahan Desa Jenggawur, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, fenomena petani membajak kerbau masih ditemukan.
Di masa tanam, sebagian petani masih menggunakan jasa bajak kerbau untuk mengolah lahan sawah. Petani mengemudikan kendaraan bajak itu dengan cara mengatur arah perjalanan kerbau di sawah.
Jangan bandingkan dengan mesin traktor, membajak dengan kerbau tentunya lebih lambat. Ini menyesuaikan dengan kemampuan berjalan kerbau yang lambat.
Ya maklum saja, selain membawa beban alat pembajak, serta pengemudinya, kerbau harus berjalan di lahan sawah yang berlumpur dan becek. Langkah kaki kerbau berat karena sering menancap ke tanah.
Tidak butuh BBM untuk menggerakkan kerbau. Cukup diberi waktu istirahat, lalu kerbau dilepasliarkan di lapangan berumput dekat areap persawahan. Di situ kerbau mencari dan makan rumput sendiri dengan lahap.
Membajak dengan kerbau sebenarnya lebih ramah lingkungan dan menguntungkan petani. Setiap kencing dan kotorannya yang jatuh ke lahan sawah menjadi pupuk alami untuk menyuburkan lahan.
Di sisi lain, aktivitas bajak sawah dengan kerbau itu melahirkan pemandangan yang langka khas pedesaan zaman dahulu. Itu menambah cantik panorama alam pedesaan, dimana hamparan sawah berpadu dengan langit yang cerah.
Jalan raya ruas Jenggawur-Banjarkulon terlihat bagaikan ular membelah areal sawah. Dengan latar Gunung Pawinihan menambah ciamik panorama alam di wilayah utara Sungai Serayu itu.
Jika beruntung melihat aktivitas langka itu, pengendara yang melintas bisa mengabadikannya dalam kamera dengan hasil jepretan yang dijamin memuaskan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
BRI Perkuat Bisnis Lewat Reignite, Pertumbuhan Commercial Jadi Mesin Baru Kinerja
-
Perkuat Ekosistem Bisnis, BRI Catat Lonjakan Segmen Commercial Hingga Rp61,4 Triliun
-
Jumhur Jadi Menteri LH, Rocky Gerung di Istana: Kabinet Jadi Efektif Kalau Ada Tokoh Mantan Napi!
-
Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG
-
Bojan Hodak Pastikan Mental Persib Bandung Tetap Kuat Meski Poin Disamai Borneo FC
-
Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030
-
Waspada! 24 Warga Badui Digigit Ular Mematikan Sejak Awal Tahun
-
Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene
-
Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia
-
Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas