PURWOKERTO.SUARA.COM - Isi pringku menjadi pedoman sederhana dalam menerapkan prinsip B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) untuk menyusun menu makanan sehari-hari.
Hal tersebut dikemukakan oleh ketua TP PKK Kabupaten Banjarnegara Lucia Tri Hasto saat Sosialisasi B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) berbasis pangan lokal di desa Pekasiran, Batur pada Selasa 17 Oktober 2023.
“Piring berisi sajian sekali makan, terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayuran, dan buah-buahan dalam porsi seimbang sesuai kebutuhan tubuh yang tergantung usia, jenis kelamin, berat badan dan aktivitas,” ujarnya.
Lebih jauh Lucia menjelaskan, untuk menerapkan pola konsumsi pangan yang B2SA tidak harus membeli, bisa diusahakan dari pekarangan rumah sendiri, yang ditanami aneka sayuran, buah-buahan, dan beternak ayam, ikan atau lele.
“Makanan pokok tidak harus nasi, bisa dari sumber-sumber pangan lokal seperti jagung, canthel, jali, sorgum, singkong, ubi jalar, uwi, gembili, kimpul, ganyong, sukun atau yang lainnya,” lanjutnya.
Selain itu, sosialisasi B2SA berbasis pangan lokal bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan dan penerapan dalam menu makan sehari.hari.
“Ini penting karena dapat mempercepat penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat terhadap bahan non beras dan non terigu,”pungkasnya.
Ditambahkan, dalam kegiatan tersebut promosi pangan dilakukan oleh dinas ketahanan pangan provinsi Jawa Tengah yang bekerja sama dengan Dintankanak dan ketahanan pangan Kabupaten Banjarnegara.
Adapun peserta kegiatan sosialisasi tersebut yakni PKK Kecamatan, PKK desa Pekasiran, serta perwakilan kelompok wanita tani, perangkat desa dan PPL BPP setempat.
Baca Juga: Pramuka Banjarnegara Berhasil Kembangkan Alat Deteksi Gas Beracun Berbasis Internet
Sementara itu Camat Batur Aji Piluroso mengatakan B2SA merupakan aneka ragam bahan pangan, sumber karbohidrat, protein, lemak, maupun vitamin dan mineral, yang bila dikonsumsi dalam jumlah berimbang dapat memenuhi kecukupan gizi yang dianjurkan.
“Makan tidak boleh asal kenyang tapi harus diperhatikan keberagaman, kandungan gizinya, dan porsi atau jumlah konsumsi per kelompok pangan,”ujarnya.
Pihaknya juga menekankan, makanan yang dikonsumsi harus aman, artinya bebas dari kemungkinan cemaran benda lain atau fisik, kimia, dan biologis.
“Dampak dari konsumsi pangan dengan gizi yang tidak seimbang, bisa menyebabkan gizi kurang yang berakibat pertumbuhan terhambat, stunting, wasting, kecerdasan kurang, produktivitas hidup terganggu,” lanjutnya.
Aji juga menjelaskan gizi berlebih juga berakibat tidak baik untuk kesehatan tubuh, karena bisa menyebabkan kelebihan berat badan (obesitas) yang bisa memicu penyakit degeneratif.
“Jadi penting untuk dicermati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari agar kondisi badan kita terjaga serta senantiasa sehat,”pungkasnya.**Alw
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak
-
Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah
-
Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat
-
Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas