/
Rabu, 20 April 2022 | 20:53 WIB
Hj. Mes salah seorang pedagang nasi Kapau di Los Lambuang, Kota Bukittinggi. Foto: Yose Hendra

“Tanya bagaimana branding nasi kapau, bisa dipatenkan gak? Jawaban mereka, Kapau kan nagari? Tidak bisa nyiak (panggilan walinagari di Agam). Tapi segi indikasi geografis, mulai dari cara masak, penyajiannya, wilayahnya, bisa saja. Kalau nasi kapau tidak bisa. Kecuali misalnya ditambah nasi kapau A (mereknya),” terang Zulkarnaini.

Kekhasan, kelezatan dan keunikan nasi Kapau juga harus dibayar lebih jika dibanding dengan masakan Padang kebanyakan.  Rata-rata rumah makan Padang saat ini, ada berharga Rp.10 ribu per porsi untuk kelas ampera. Untuk rumah makan ternama, rata-rata Rp.17.000-20.000 per porsi.

Sementara nasi Kapau berkisar Rp.27.000 hingga Rp.40 ribu per porsi. Untuk harga Rp.27.000 bisa dijumpai di nasi Kapau yang dibuka di Nagari Kapau sendiri. Sementara harga Rp.30 ribu merupakan standar harga nasi Kapau di Los Lambuang.

Menurut Mes, harga nasi Kapau sebesar Rp.30 ribu saat sekarang, wajar dan standar. Sebab, lauknya besar, dan harga mentahnya pun mahal. “Satu lagi, kalau dibungkus, porsinya bisa makan berdua. Ekstra bungkus, kadang ditambah tembunsu sedikit,” kata Mes.

Harga nasi Kapau lebih mahal dibanding rumah makan yang menjual masakan padang biasanya, juga tidak masalah bagi Yusniarti. Ia sejak muda sudah menggandrungi nasi Kapau. Yusniarti yang tinggal di Kota Solok, 74 km dari Bukittinggi, juga selalu menyambangi Los Lambuang, bila berkesempatan ke Bukittinggi atau melewati Bukittinggi. Langganannya selalu nasi Kapau Hj. Mes yang sudah buka sejak tahun 1984.

“Sudah terbiasa di sini. Gak ada coba lain. Rutin. Paling disukasi dendeng kering. Harga Rp.30 ribu standar lah,” bilangnya.

Untuk mencicipi nasi Kapau ini, Yusniarti juga sering membawa serta keluarganya.

Sementara untuk harga Rp.40.000 per porsi, menjadi standar harga nasi Kapau pendatang baru yang buka di Nagari Kapau yakni Lapau Kapau.

Bicara nasi Kapau, Zulkarnaini sebagai kepala pemerintahan sungguh senang. Sebelumnya, untuk mencicipi nasi Kapau harus pergi ke Los Lambuang atau pasar-pasar lain di Bukittinggi dan Agam. Tapi kini, bagi mereka yang tinggal di Kapau bila ingin menikmati nasi Kapau tak perlu jauh-jauh lagi. Sepanjang 2,5 km jalan nagari Kapau, bertebaran 13 nasi Kapau.

“Bertumbuhnya 5 tahun terakhir. Dulunya di kampung tidak ada orang jualan nasi Kapau. Tapi setelah sewa warung atau ruko di Bukittinggi mahal, banyak juga yang berpikir kenapa gak dibuka di kampung saja, di depan rumah saja. Dari simpang Panji (batas dengan Nagari Koto Tangah, ke arah sepanjang jalan nagari Kapau sepanjang 2,5 km, ada 13 nasi kapau,” terang Zulkarnaini.

Load More