/
Rabu, 20 April 2022 | 20:53 WIB
Hj. Mes salah seorang pedagang nasi Kapau di Los Lambuang, Kota Bukittinggi. Foto: Yose Hendra

Kepiawaian orang Kapau memasak, telah meneguhkan Kapau sebagai entitas masakan Padang, dan membuana. Kapau adalah nagari yang terletak di Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

Nasi Kapau sangat mudah ditemui di seantero Nusantara. Di ibukota Jakarta misalnya, ada Restoran Roda yang diteroka oleh H. Hashuda Datuak Majo nan Mudo sejak tahun 1960-an. Di Jakarta juga ada yang terkenal Sabana Asli Nasi Kapau milik Hj. Zaidar.

Dewasa ini, nasi Kapau menjadi salah satu kuliner terpopuler di kawasan Senen, Palembang, dan kota besar lainnya di Indonesia. Di kawasan Senen misalnya, ada puluhan pedagang nasi Kapau yang menjajakannya secara kaki lima. Mereka menggelar lapak nasi Kapau mulai sore. Nun jauh di Malaysia, juga buka nasi Kapau. Salah satu yang terkenal adalah Sabana Nasi Kapau cukup melegenda sebagai masakan Padang.

Wali Nagari Kapau Zulkarnaini mengatakan Pemerintah Nagari Kapau belum punya data sebaran penjual nasi Kapau secara global. Tapi untuk yang di kampung saja, sebut Zulkarnaini, ada 60 orang yang berdagang nasi Kapau.

Ia pun tidak menampik, jika hari ini, penjual nasi Kapau di rantau juga banyak yang bukan orang Kapau asli.

“Mau memastikan asli Kapau tidak Kapau itu gampang. Tanya saja dimana Kapaunya? Siapa wali nagarinya? Di Senen (Jakarta), ada banyak nasi Kapau dan ngaku-ngaku asli Kapau. Padahal sebagian adahal investasi, atau bekas kerja orang Kapau, lalu buka sendiri,” kata Zulkarnaini.

Menurut Zulkarnaini, ketertarikan orang lain, bahkan bukan orang Sumbar juga untuk buka nasi Kapau wajar, mengingat pasarnya yang terus membesar seiring ketenaran nasi Kapau.

Selama ini nasi Kapau terkenal ada di Los Lambuang Bukittinggi. Atau di Jakarta, di bawah fly over Senen. Dua konsentrasi utama penjual nasi Kapau ini, cara berdagang nasinya beda dengan nasi Padang umumnya.

Lalu apa yang membedakan nasi padang dengan nasi kapau? Secara implisit ada pada kekayaan menu lauknya dan gaya penyajiannya.

Lauk pauk seperti gulai tambunsu, gulai ayam kemumu, serta sayuran dengan perpaduan nangka yang diiris besar-besar, kacang panjang, lobak, adalah ciri khas masakan Kapau, hal yang jarang dijumpai di (rumah makan) masakan Padang biasa.

“Nasi ramas Kapau akan didapati lauk yang diinginkan seperti randang ayam dengan potongan besar, atau dendeng ukuran besar juga, ditambah sayuran yang lengkap, dan ada bonus potongan kecil tambunsu,” bilang Mes, salah seorang pedagang nasi Kapau di Los Lambuang Bukittinggi.

Cara penyajian nasi Kapau juga unik, sangat berbeda dengan rumah makan Padang kebanyakan. Ragam lauk masakan Kapau berjajar di atas paluang; papan berderet secara vertikal), dengan pramusaji berada di atas paluang.

Maka itu, sanduak (sendok panjang berbahan baku tempurung dan tangkai bambu) menjadi senjata yang identik bagi pramusaji nasi Kapau. Mereka cukup berdiri di belakang, dan dengan sanduak mereka menjangkau beragam gulai yang terletak di panci.

Sementara rumah makan Padang biasanya, ciri khasnya adalah menu lauk di atas piring, saling menghimpit di dalam etalase. Posisi pramusaji menghadap langsung ragam menu, dan sangat mudah dijangkau. Sehingga tidak perlu pakai sanduak.

Keunikan nasi Kapau ini pernah disuarakan kebanyakan orang Kapau agar dipatenkan. Suara masyarakat itu direspons Zulkarnaini dengan mencoba mengurus patennya di awal tahun 2018. Ia menbawa serta camat dan perangkat pemerintahan Agam, mendatangi Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatra Barat di Padang.

Load More