Ranah - Siapa yang tidak kenal dengan Rossa? Ia merupakan salah satu penyanyi solo wanita terbaik di Indonesia saat ini.
Penyanyi yang bernama lengkap Sri Rossa Roslaina Handiyani telah menghasilkan banyak lagu-lagu hits. Sejumlah penghargaan pun juga sudah banyak diraih penyanyi kelahiran Sumedang, Jawa Barat ini.
Rossa pun juga menjadi juri ajang menyanyi terkenal di Indonesia. Namun siapa sangka, Rossa yang kini menjadi seorang diva ini, masuk ke industri musik terjadi secara tak sengaja.
Cerita berawal saat Rossa menemani ibunya tes vokal di Jakarta. Ibunda Rossa merupakan penyanyi tradisional di Sumedang.
"Iya, awalnya nganter ibu ke tempat rekaman di Jakarta," kata Rossa dalam tayangan Brownis dikutip suara.com, Kamis (19/5/2022).
Kemudian, Rossa iseng-iseng bernyanyi di studio tersebut. Rupanya, suara Rossa cilik saat itu menarik perhatian produser.
"Terus mama tes buat rekaman, aku ikut-ikut juga, produsernya denger 'wah anak Ibu bisa nyanyi juga', eh aku ke terima," ucap Rossa.
Ibunda Rossa pun juga diterima saat itu. Namun, melihat putrinya berpeluang jadi penyanyi, ia lebih memilih mengorbitkan Rossa.
"Terus kata Ibu, 'Ya udahlah Oca aja', gitu," ungkap dia.
Sayangnya, karier Rossa cilik tak begitu dikenal publik. Dia baru aktif bernyanyi lagi saat duduk di bangku SMA dengan album Nada-Nada Cinta.
Album itu pun mengawali kesuksesan lagu-lagu Rossa hingga 25 tahun kemudian. Namun, hal itu tak begitu mengagetkannya bakal dikenal sebagai penyanyi.
"Nyangka sih sama karier nyanyi, tapi nggak nyangka bisa jadi penyanyi profesional sampai 25 tahun kayak sekarang ini," ungkap Rossa.
Dikutip dari wikipedia.org, selama 25 tahun berkarya, Rossa telah memiliki lebih dari 92 album (termasuk solo, kompilasi dan sebagainya), lebih dari 115 Awards, lebih dari 155 Soundtrack.
Kemudian, lebih dari 130 lagu nomor 1 lagu hits di radio, penjualan album fisik lebih dari 11 juta keping hingga tahun 2021.
Selanjutnya, 50 Single diatas 1 juta streams di Spotify (terbanyak bagi penyanyi wanita Indonesia di era streaming). Serta, ratu streaming musik Indonesia (total dari semua kredit).[
Berita Terkait
-
Kolaborasikan Musik dan UMKM, Konser HS Hey Slank di Bandung Diserbu 25ribu Slankers
-
Bawa Pesan Persahabatan Abadi, Trio Cilik Sparkle Rilis Lagu 'Sampai Kita Besar Nanti'
-
Pesta Timuran Jaksel Suguhkan Kemeriahan Budaya Indonesia Timur dengan Lagu Viral dan Joget Maumere
-
Menikmati Prambanan Jazz 2026, dari Musik hingga Berburu Spot Seru
-
Selamat! Hearts2Hearts Raih Trofi Pertama Lagu Lemon Tang di M Countdown
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Asal-usul Viking Row, Selebrasi Timnas Norwegia yang Guncang Piala Dunia
-
De la Fuente Puji Kedalaman Skuad Spanyol usai Menang Dramatis atas Portugal
-
Bagaimana Cara Mengaplikasikan Bedak HD? Ini 2 Rekomendasi Produknya sesuai Klaim
-
Piala Dunia 2026: Sukses Curi Perhatian, Vozinha Bakal Jadi The Next El-Hadji Diouf?
-
Gubernur Khofifah & Pangdam V/Brawijaya Lepas Karnaval Budaya di Bangkalan: Bakti TNI untuk Negeri
-
Gol Telat Spanyol Singkirkan Portugal, Roberto Martinez Nilai Timnya Cuma Kurang Beruntung
-
Dua Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat Hari Ini, 413 Personel Gabungan Disiagakan
-
Apa Bedanya Facial Foam dan Facial Wash? Ini Manfaat untuk Jenis Kulit
-
Tak Sekadar Kuliah, WNI Kini Mulai Melirik New Zealand untuk Membangun Karier Global
-
Gagal di Piala Dunia 2026, Roberto Martinez Tinggalkan Kursi Pelatih Portugal