RanahSuara - Komnas HAM menemui keluarga mendiang Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Desa Suka Makmur, Sungai Bahar, Muaro Jambi, Provinsi Jambi, rombongan Komnas HAM tiba di rumah duka sekitar pukul 14:00 WIB.
Kasus penembakan Brigadir J turut ditelusuri oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Komnas HAM mulai menelusuri dan mengumpulkan sejumlah keterangan dari pihak keluarga Brigadir J.
Hal ini di lakukan Komnas HAM demi memperoleh informasi dari keluarganya mengenai kasus kematian Brigadir j, berikut fakta Komnas HAM temui keluarga Brigadir J.
Pertama, Bentuk tim independen. Komnas HAM sebelum berangkat ke Jambi, terlebih dahulu membentuk tim independen guna mendalami kasus yang terjadi. Tim independen ini terdiri dari para anggota komnas HAM dan diawasi oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), hal ini dilakukan agar penelusuran kasus lebih dalam dan mendapatkan informasi yang valid.
Kedua, Dapat bukti berupa video dan foto kondisi jenazah. Melalui Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, ia menyebut bahwa bukti foto dan video dari kondisi jenazah ketika baru tiba di Jambi beberapa waktu lalu telah didapatkan dan di peroleh, dimana foto dan video ini akan disimpan oleh pihak Komnas HAM sebagai bukti valid dalam penelusuran kasus ini.
"Kemarin kita ke Muaro Jambi ketemu sama pihak keluarga. Kami diberikan banyak keterangan, kami diberikan banyak foto, kami juga diberikan banyak video. Dan yang paling penting dalam konteks itu adalah kami juga diberikan konteks," kata Anam kepada wartawan, Minggu (17/7/2022), sebagaimana di lansir dari Suara.com.
Ketiga, Rencana Komnas HAM temui istri Kadiv Propam. Komnas HAM berharap bisa bertemu langsung dengan istri Kepala Divisi (Kadiv) Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo. Pertemuan ini diperlukan untuk mengumpulkan keterangan terkait kematian Brigadir J alias Nopryansah Yosua Hutabarat.
Anggota Komnas HAM Choirul Anam mengatakan pihaknya menghormati keputusan istri Ferdy Sambo jika ingin mendapat pendampingan psikologis.
"Kalau memang dibutuhkan pendamping psikologis, Komnas HAM setuju dan menghormatinya," kata Anam dalam keterangannya.
Keempat, Cari pihak lain untuk diminta keterangan. Komnas HAM juga mengungkap bahwa mereka akan segera mencari pihak lainnya yang juga bisa dimintai keterangan, seperti Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam serta orang orang yang berada di sekitar TKP demi mengusut kasus ini lebih cepat.
Terakhir, Ayah Brigadir J Samuel Hutabarat berangkat ke Jakarta agar bisa meneruskan kasus yang menimpa anaknya serta memberikan keterangan, hal ini dilakukan ayah Brigadir J setelah Komnas HAM melakukan kunjungan kerumahnya. (Kelly Putri S / Mg1)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Apa Persamaan dan Perbedaan Gempa Bumi Venezuela dan Kolombia?
-
Emiten AVIA Tegaskan Kepatuhan Persaingan Usaha KPPU
-
111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur
-
Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui