RanahSuara.id - PSSI sudah menetapkan Liga 2 2022 menggunakan format tiga wilayah. Sebanyak 28 klub yang mengikuti Liga 2 akan dibagi ke dalam tiga grup.
Format tiga wilayah di Liga 2 2022 ini berbeda dengan usulan Semen Padang FC beberapa waktu lalu.
Dalam manager meeting antara manajer seluruh tim dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) ketika itu, Manajemen Semen Padang FC mengusulkan agar Liga 2 digelar dengan menggunakan format dua wilayah.
Pelatih Kepala Semen Padang FC Delfiadri akhirnya memberikan tanggapan terkait keputusan PSSI yang menetapkan format Liga 2 2022 yang dibagi ke dalam tiga wilayah.
“Format kompetisi ini, terus terang, kita dari Semen Padang FC mengusulkan dibagi ke dalam dua wilayah, supaya sedikit istilahnya yang bisa bermain,” ujar Delfi, Rabu (17/8/2022).
Delfi mengungkapkan, jika Liga 2 2022 dibagi ke dalam tiga wilayah, maka satu grup akan ada sembilan klub.
Pembagian wilayah akan terdiri dari wilayah barat 9 klub, timur 9, dan wilayah tengah 10 klub.
Akibatnya terang Delfi, dalam satu daerah saja bisa ada tiga klub yang bersaing untuk merebut tiket lolos ke babak selanjutnya.
Seperti dari Sumatra Utara ada tiga klub yang bermain. Meski demikian, Semen Padang FC akan berjuang untuk bisa memenangkan kompetisi.
Baca Juga: Sejarah Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara, Ditetapkan Pada 18 Agustus 1945
“Jadi kita menyikapi dengan positif saja, kalau kita siap 100 persen dan memenangkan setiap pertandingan maka kita akan berhasil lolos ke babak selanjutnya,” bebernya.
Ia pun mengharapkan kepada pemain agar berhasil memenangkan setiap pertandingan. Dengan begitu bisa dihindari hal-hal yang tidak diinginkan nantinya.
Sebelumnya, CEO Semen Padang FC, Win Bernadino mengungkapkan alasan dirinya meminta format dua wilayah.
Menurut Win, jika menggunakan format dua wilayah maka tahapan kompetisi menjadi lebih singkat.
Sementara, menggunakan format tiga wilayah akan membuat kompetisi berjalan lebih lama. Hal itu pun tentu akan berpengaruh terhadap biaya kompetisi.
“Kalau tiga wilayah itu ada babak enam besar, ada semifinal, ada play off dan masih banyak lagi, namun ada juga plus minusnya, tapi itu tergantung bagaimana format pertandingan,” tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Chelsea Siap Lepas Alejandro Garnacho, Klub-klub Italia Mengintai
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Dugaan Penimbunan Biosolar di Padang Terbongkar, Empat Orang Ditangkap
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Komputer Kuantum Komersial Makin Dekat, AMD dan SQC Siapkan Teknologi Masa Depan
-
Fabiola Elizabeth Eks Istri Reza Smash Jadi Tersangka Kasus Love Scamming, Rugikan Korban Rp41 M
-
Mantan Gelandang Liverpool Georginio Wijnaldum Tinggalkan Al-Ettifaq
-
Kapan Harus Ganti Bantal? Ini Tanda Sudah Kedaluwarsa
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji
-
Di Tengah Riuh Karnaval di Malang, 2 Pemuda Gasak Motor Pengunjung