RanahSuara.id - Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Kapolda Sumbar) kembali berganti. Padahal Irjen Pol Rusdi Hartono baru saja ditunjuk menjadi Kapolda Sumbar menggantikan Irjen Pol Teddy Minahasa Putra yang dimutasi sebagai Kapolda Jatim.
Teddy sendiri ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam kasus peredaran narkoba. Usai keterlibatan Teddy tersebut dalam dugaan kasus narkoba itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali mengeluarkan surat telegram.
Akibat kasus tersebut, Teddy akhirnya batal menjadi Kapolda Jatim. Kapolda Jatim akan diisi oleh Irjen Pol Toni Harmanto yang merupakan Kapolda Sumatera Selatan.
Selanjutnya, Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolda Sumsel menggantikan Toni. Albertus sebelumnya merupakan Kapolda Jambi.
Kemudian, dalam surat telegram juga disebutkan bahwa Kapolda Sumbar juga kembali berganti. Rencananya jabatan itu akan dipegang oleh Irjen Pol Rusdi Hartono. Rusdi akhirnya ditempatkan sebagai Kapolda Jambi.
Untuk jabatan Kapolda Sumbar yang baru, Kapolri menunjuk Irjen Pol Suharyono. Sebelumnya Suharyono merupakan perwira tinggi Polri yang ditugaskan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Diketahui sebelumnya, publik dihebohkan dengan kasus dugaan peredaran narkoba yang yang melibatkan mantan Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa Putra.
Tidak hanya itu, AKBP Dody yang merupakan mantan Kapolres Bukittinggi juga tersangkut.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membenarkan adanya penangkapan anggota polisi yang terlibat kasus narkoba.
Baca Juga: Sosok Kapolda Sumsel Irjen Toni Harmanto, Ditunjuk Kapolri Isi Jabatan Kapolda Jatim
Menurut Sigit, kasus itu berawal dari pengungkapan kasus narkoba yang dilaporkan masyarakat, kemudian dilakukan pengembangan, kasus itu mengarah pada anggota polisi berpangkat Bripka.
“Terus dikembangkan, juga mengarah kepada anggota polisi berpangkat Kompol. Atas dasar tersebut, kemudian berkembang kepada seorang pengedar, dan kemudian mengarah pada personel oknum anggota Polri yang berpangkat AKBP, mantan kapolres,” beber Sigit.
Dari situ, terang Sigit, pihaknya melihat ada keterlibatan Irjen TM. Atas dasar tersebut, pihknya memerintahkan Kadivpropam untuk menjemput dan memeriksa Irjen TM. (Irwanda Saputra)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Wujud Komitmen Kepada Pemegang Saham
-
Comeback di Gim Kedua, Fajar/Fikri Satu-satunya Wakil yang Tembus Semifinal BAC 2026
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Lolos ke Final AFF 2026, Timnas Futsal Indonesia Ukir Rekor 4 Kali Beruntun
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027
-
BRI Umumkan Dividen Rp52,1 Triliun, Didukung Laba Rp56,65 Triliun
-
LaLiga Buka Peluang Main di Maroko, Javier Tebas: Mengapa Tidak?
-
Liturgi dari Rahim Silikon
-
Harta Kekayaan Fahmi Adam Ketua DPRD Termuda, Pantas Dijuluki Tuan Tanah di Gowa