/
Kamis, 20 Oktober 2022 | 11:45 WIB
Hard Gumay. (Instagram @hardgumay)

RanahSuara.id - Hard Gumay, anak indigo asal Palembang ini ternyata mengalami kejadian yang mengerikan saat dirinya masih kecil. Akibat kejadian tersebut, membuat dirinya dilarikan ke rumah sakit dan mati suri atau koma selama dua bulan.

Kejadian sangat miris yang dialaminya itu, diceritakan Hard Gumay di kanal YouTube Zita Official Anjani yang tayang pada 17 Maret 2022 lalu.

Hard Gumay mengungkapkan bahwa saat dirinya berumur 5 tahun lebih, mata kirinya tidak sengaja tertancap oleh panah. Hal itu terangnya berawal saat dia bermain panah-panahan dengan saudara kandungnya.

"Gua pernah main panah-panahan sama kakak kandung, namanya anak kecil kan, main panah-panahan depan rumah, saat itu di kampung, Palembang," ujarnya.

"Dia (kakak kandung) memanah ke atas, terus dia sambil bilang,"liat ke atas dek". Trus gua liat ke atas, patahnya itu kan pasti turun lagi kan ke bawah. Dan turunnya pas nancap ke mata dan nembus ke belakang," sambung Hard Gumay.  

Ia mengatakan, panah yang masuk ke matanya tersebut terbuat dari besi. Mengingat masih anak-anak, Hard Gumay pun spontan mencabut panah tersebut dan mengakibatkan bola mata sebelah kiri lepas. 

"(bola mata) sempat hilang karena kelempar masuk ke selokan, hilang," bebernya.

Akibat kejadian itu kata Hard Gumay, membuat dirinya dilarikan ke rumah sakit dan mengalami mati suri atau koma selama kurang lebih dua bulan.

“Dibawa ke rumah sakit, mati suri, bahasa paranormalnya mati suri ya, bahasa medisnya koma, lebih kurang dua bulan, ngak bangun sama sekali,”  tutur Hard Gumay dikutip dari Hops.ID pada Kamis (20/10/2022).

Baca Juga: Maria Ozawa Ketipu Slot Gacor, Netizen Sedih

Hard Gumay mengungkapkan bahwa saat itu dirinya terbaring di rumah sakit dan harus dibantu oleh alat-alat medis untuk mempertahankan raganya agar tetap hidup.

Bahkan saat itu dirinya mengungkapkan sudah tidak bisa bernafas lagi, namun denyut nadinya masih berdetak.

“Saat itu yang terjadi secara medis, berdetak tapi tidak bernafas, pakai alat,” ujarnya.

Ketika mati suri selama dua bulan itu terang Hard Gumay, awalnya ia mulai menemui hal-hal aneh yang bersifat spiritual.

“Selama proses mati suri dua bulan itulah gue menjalani perjalanan spiritual ,” terangnya.

Hard Gumay juga mengungkapkan kala mati suri dulu, jiwa yang ia rasakan seperti layaknya orang yang sudah di dalam kubur.

Ia merasakan layaknya orang yang sedang berada di dalam liang kubur, namun dengan keadaan kuburan yang terbuka.

“Selama dua bulan gua mati suri, raga jasad gue itu ada di atas kasur rumah sakit, tapi soul-nya, gue sudah di dalam kubur,” ungkapnya.

Bahkan dirinya juga seolah-olah mencoba untuk meminta tolong kepada seseorang, untuk mengeluarkannya dari liang kubur tersebut.

“Tanpa disadari, di bawah alam sadar, gue sudah di dalam kubur, itu bukan mimpi, karena beda ya, posisi tapi kuburannya terbuka, dan posisi gue selalu begini nih, minta tolong orang untuk tarik,” katanya.

Hard Gumay juga melihat ada banyak sosok makhluk gaib yang berlalu lalang di sekitarnya. Ia menduga makhluk yang lalu lalang itu ialah leluhur dan anggota keluarganya yang telah meninggal.

“Dan banyak makhluk yang lalu lalang, bukan manusia, tapi makhluk yang lalu lalang, dan makhluk ini sebenernya gue tidak ada komunikasi saat itu, tapi gua menangkap makhluk-makhluk astral yang mondar-mandir ini ialah leluhur, buyut, puyang, nyai segala macem ngumpul,” terangnya.

Akhirnya kala itu ada salah satu makhluk astral yang menjulurkan tangannya ke Hard Gumay dan menariknya dari liang kubur.

Ia menduga sosok yang menariknya itu ialah neneknya yang sudah meninggal dan berniat untuk menolongnya. Dan akhirnya Gumay tersadar dari mati surinya kala itu.

“Sampai akhirnya ada satu sosok makhluk astral yang menjulurkan tangannya. Gue tidak kenal secara langsung visual karena agak blur, tapi gue meyakini bahwa sosok ini adalah nenek,” ucap Hard Gumay.

"Beliau menjulurkan tangan, akhirnya gua ambil dan gua ditarik ke atas, bangunlah dari dalam kubur itu, bangun ke atas, ketika bangun, posisinya langsung gua lagi didudukin begini di atas kasur dan perban dibuka," sambung Hard Gumay.

Saat perban dibuka tersebut katanya, sudah ada dokter, orang tua dan keluarga sambil melambaikan tangan dan memanggil namanya dulu yaitu Bobi.

"Nama gua dulu Bobi Firmansyah, setelah itu diganti, Bobi Bobi berapa ini? Sambil lihat 5,4,3 baru semua nangis, sedih, terharu dan lain lain," kata Hard Gumay sambil memperagakan ketika keluarganya saat itu memperlihatkan jari kepadanya.

Hard Gumay dan keluarga bersyukur karena saat mati suri itu dirinya mendapatkan donor mata dan menjalani operasi.

"Alhamdulillah, bisa dikasih umur panjang sama Allah, bisa pulih, bisa melihat. Singkat cerita dari situ langsung ganti nama," bebernya.

Load More