/
Jum'at, 10 Februari 2023 | 15:32 WIB
Ilustrasi Gempa (pixabay.com)

Ranah.co.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang tengah mempersiapkan mitigasi bencana berbasis syariah.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Endrizal mengatakan, mitigasi bencana berbasis syariah hakikatnya melibatkan potensi lokal. 

"Namun, juga perlu diiringi dengan kekuatan iman melalui zikir, doa dan pembacaan asmaul husna, dengan ini kita harapkan gempa akan jauh dari kita," ujar Endrizal dikutip dari situs resmi milik Diskominfo Padang, Jumat (10/2/2023).

Mitigasi bencana syariah kata Endrizal, dilakukan berupa imbauan kepada masyarakat guna memperbanyak zikir, berdoa dan membaca asmaul husna.

"Juga memberantas tempat-tempat yang rawan terjadi maksiat yang ada di Kota Padang," ungkapnya.

Endrizal menyampaikan, pihaknya juga kembali menggerakkan rumah ibadah menjadi sentral mitigasi bencana.

"Seandainya masjid menjadi sentral mitigasi bencana, biaya operasional terkait itu tidak ada. Setidaknya ada kegiatan satu kali sebulan, maka bisa disosialisasikan kepada masyarakat di dekat musala dan masjid," jelasnya.

Akhirnya tujuan ini tercapai, lanjut Endrizal, rumah ibadah akan menjadi shelter dan tempat evakuasi sementara. Namun tentu saja mitigasi bencana harus melibatkan semua stakeholder.

"Sejak lima bulan terakhir kita melibatkan semua orang. Salah satunya kelompok siaga tsunami (kogami), kelompok siaga bencana (KSB), MUI. Semua potensi organisasi kita libatkan agar berjalan sesuai harapan," paparnya.

Baca Juga: Kronologi Temuan Uang Rp1 Triliun Mengalir ke Parpol, KPK Turun Tangan?

Ia juga menyampaikan, berkat memanfaatkan semua potensi telah terbentuk Tsunami Ready Community yaitu komunitas masyarakat yang siap menghadapi tsunami. 

"Dua kelurahan yaitu Purus dan Lolong Belanti sudah siap menghadapi itu. Kita sudah sosialisasikan dan menyiapkan 12 indikator tsunami ready community," ujarnya. 

Indikator itu di antaranya, peta tsunami, peta bahaya, kelompok inisiator, sosialisasi kepada masyarakat, seluruh rumah tangga harus paham cara menyelamatkan diri. 

"Mereka sudah berulang-ulang melakukan simulasi sehingga pada 30 September 2022, tsunami ready community sudah diakui perwakilan Unesco Indonesia," katanya.

Load More