/
Jum'at, 10 Februari 2023 | 14:03 WIB
Ilustrasi Mitigasi Bencana (pixabay.com)

Ranah.co.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang tengah mempersiapkan mitigasi bencana berbasis syariah, selain mempersipakan mitigasi secara ilmiah.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Endrizal menyebutkan, mitigasi bencana syariah hakikatnya mitigasi bencana dengan melibatkan potensi lokal.

"Juga perlu diiringi dengan kekuatan iman melalui zikir, doa dan pembacaan asmaul husna, dengan ini kita harapkan gempa akan jauh dari kita," ujar Endrizal dikutip dari situs resmi milik Diskominfo Kota Padang, Jumat (10/1/2023).

Menurut Endrizal, mitigasi bencana syariah dilakukan berupa imbauan kepada masyarakat untuk memperbanyak zikir, berdoa dan membaca asmaul husna.

Lalu, juga dengan memberantas tempat-tempat rawan maksiat yang ada di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar).

Jadikan Rumah Ibdah Sentral Mitigasi

Selain memperkuat zikir, doa dan asmaul husna sebagai mitigasi bencana, menurut Endrizal, pihaknya juga mempersiapkan rumah ibadah sebagai sentral mitigasi.

"Seandainya masjid menjadi sentral mitigasi bencana, biaya operasional terkait itu tidak ada. Setidaknya, ada kegiatan satu kali sebulan, maka bisa disosialisasikan kepada masyarakat di dekat musala dan masjid," jelasnya.

Tujuan akhir yang bakal dicapai, lanjut Endrizal, rumah ibadah akan menjadi shelter dan tempat evakuasi sementara. Namun, tentu saja mitigasi bencana harus melibatkan semua stakeholder.

Baca Juga: Gibran Lempar Sinyal Pilih Maju Pilgub Jateng Ketimbang DKI Jakarta

"Sejak lima bulan terakhir kita melibatkan semua orang. Salah satunya kelompok siaga tsunami (kogami), kelompok siaga bencana (KSB), MUI. Semua potensi organisasi kita libatkan agar berjalan sesuai harapan," katanya.

Load More