Ranah.co.id - Dewan Pers mencatat hingga saat ini masih belum ada mekanisme pengangan kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia. Apalagi, hingga saat ini kasus kekersan terhadap jurnalis masih saja terjadi.
Ketua Dewan Pers, Nink Rahayu mengatakan, memang masih belum ada mekanisme yang dibuat pemerintah atau stakeholder terkait yang bisa mencegahnya dan hal itu harus menjadi atensi berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga lembaga penegak hukum. Terlebih lagi, banyak kasus yang akhirnya tidak jelas.
"Harus diakui, sampai saat ini belum ada mekanisme yang bisa memberikan jaminan perlindungan pada kawan-kawan jurnalis," ujar Ninik dikutip dari suara.com, Jumat (3/3/2023).
Menurut Ninik, selama ini para jurnalis yang menjadi korban kekerasan kerap bingung atas apa yang harus dilakukan. Mulai dari harus melapor ke mana hingga bagaimana mendapatkan pemulihan.
"Saya kira ini PR bersama dewan pers dan pemerintah untuk memikirkan mekanisme yang bisa memastikan agar tidak ada lagi teman-teman jurnalis yang mengalami kekerasan masih kebingungan," ungkapnya.
Dalam hal kerja jurnalis, Ninik menganjurkan agar perusahaan media tak memaksakan peliputan yang kondisinya cenderung membahayakan bagi jurnalisnya. Apabila memang harus dilakukan, aparat keamanan seharusnya turun tangan memberikan perlindungan.
"Dari aparat keamanan untuk membantu supaya kerja-kerja jurnalistik kita tetap informasinya dapat tapi keselamatan kita juga diperoleh," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kuasa Hukum Sebut Kasus Santri Terbakar Tak Ada Unsur Kesengajaan
-
Intip Wisma Terapung Asian Games 2026, Tempat Menginap Tim Indonesia
-
Kelangkaan Pertalite Meluas, ESDM Turunkan Tim Usut Masalah Distribusi BBM
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Jaksa Minta Hakim Abaikan Keberatan Dokter Tifa, Ini Alasannya
-
Mimpi Jadi Raksasa Semikonduktor: Mampukah Indonesia Lepas dari Candu Batu Bara?
-
ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, AI Lokal yang Pangkas Penetration Testing Jadi Hitungan Jam
-
Kenapa Moisturizer Bikin Wajah Kusam? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Dari Atas Kursi Roda, Yuda Tak Lelah Berburu Mimpi di Job Fair Yogyakarta
-
Pemuda Standing Motor Ditemukan Meninggal Mengapung di Sungai Kampar
-
Respons Lonjakan Trafik Data, Indosat Targetkan 1.100 Titik 5G di Bali-Nusra pada Akhir 2026