Suara.com - Sungkeman menjadi salah satu tradisi lebaran di Indonesia, khususnya masyarakat muslim di Pulau Jawa yang tak lekang oleh waktu. Lantas seperti apa ucapan sungkem lebaran 2024 saat Idul Fitri.
Dalam bahasa Jawa, sungkeman berarti bersimpuh atau duduk jongkok sembari mencium tangan orang yang dituakan. Saat bersimpuh, orang yang lebih muda akan meminta maaf atas segala perbuatannya sambil mengharapkan doa kebaikan dari orang yang dituakan.
Bagi Anda yang ingin melakukan sungkeman, tetap masih bingung terkait hal apa saja yang bisa diucapkan, simak informasi berikut.
Ucapan sungkem lebaran Bahasa Jawa
Saat bersimpuh pada orang yang lebih tua, Anda bisa mengucapkan kalimat berikut.
1. (Nama orang yang dituakan) gandge menika dinten Riyadi, sepindah kula ngaturaken Sugen RIyadi, kaping kalih, kula nyuwun pangapunten kagem sedaya lepat ingkang kawula tindakaken lineburaning dinten menika.
Artinya: (Nama orang yang dituakan) karena ini Hari Raya Idul Fitri, pertama-tama, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, yang kedua, saya mohon maaf untuk segala kesalahan, semoga dimaafkan di har ini.
2. Kula ngaturaken sembah pangabekti, nyuwun pangapunten dumateng sedaya kalepatan. Mugi linebro ing dinten riyaya punika.
Artinya: Saya mengutarakan bakti saya dan minta maaf atas segala kesalahan. Semoga dileburkan (permintaan maafnya) di Hari Raya ini.
Baca Juga: 7 Cara Buat Gambar Ucapan Idul Fitri 2024 Versi AI, Lebih Lucu dan Kekinian
3. Ngaturaken sugeng riyadi, nyuwun agunging pangapunten sedoyo lepat dhumateng Bapak/Ibu mugi kerso dipun pangapunten sedoyo dosa kula menika.
Artinya: Saya mengucapkan selamat hari raya, mohon maaf dari lubuk hati terdalam atas segala salah terhadap tindakan yang terlihat maupun tidak. Semoga bersedia memaafkan dosa saya.
4. Dalem ngaturaken wilujeng Idul Fitri. Nyuwun agengipun pangapunten, mugi-mugi kita kanugrahan jatining fitrah saking Gusti ingkang maha kuwaos.
Artinya: Saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf sebesar-besarnya, semoga kita diberi berkah fitri dari Tuhan Yang maha Kuasa.
5. Nyuwun pangapunten dhumateng bapak lan ibu, mugi-mugi wonten ing dinten ingkang suci menika, kula lan panjenengan sami dilimpahkan berkah lan ampunan.
Artinya: Mohon maaf lahir batin untuk bapak dan ibu, semoga di hari yang suci ini, kita sama-sama dilimpahkan berkah dan ampunan.
Berita Terkait
-
Tutorial Hijab Ala Artis Bikin Pangling, Tampil Cantik dan Anggun Selama Momen Lebaran 2024
-
Mudik Lebaran 2024: Total Volume Lalin Meningkat 33,17 Persen dari Kondisi Normal
-
Resep Menu Masakan Dendeng Balado di Hari Raya Idul Fitri
-
Amalan-amalan Penting Yang Bisa Dilakukan di Hari Terakhir Bulan Ramadan
-
H-4 Lebaran, Pemudik Mulai Penuhi Terminal Kampung Rambutan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Kapan Ramadan 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah, Cek Ketentuan Terbarunya
-
Amalan dan Anjuran Bulan Sya'ban Menurut Ustaz Adi Hidayat
-
Tanggal Berapa Puasa Ramadan 2026 Dimulai: Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
-
Doa Malam 27 Rajab, Mustajab Memohon Cita-cita
-
Amalan-amalan Bulan Syaban Menurut Anjuran Rasulullah dan Ulama
-
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026, Lengkap Niat, dan Amalan Sunah
-
Amalan Bulan Rajab Menurut Ustaz Adi Hidayat, Evaluasi Total Kualitas Hidup
-
Awal Rajab NU dan Muhammadiyah 2025, Ini Tiga Amalan yang Bisa Dijalankan
-
Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam, Apakah Boleh Menurut Ulama dan Fiqih?
-
KH Abdul Muid Ahmad, Ulama Rendah Hati dari Ponpes Al Muayyad Wafat Hari Ini