Suara.com - Mendekati puncak ibadah haji, para Jemaah Haji Indonesia di Kota Mekkah biasanya mulai intensif melakukan ibadah di Masjidil Haram.
Meski diimbau untuk tidak melakukan ibadah sunnah berlebihan, jemaah juga diminta untuk mempersiapkan diri sebelum bergegas ke Masjidil Haram.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) meminta kepada jemaah haji untuk menyiapkan diri dan juga sejumlah kebutuhan yang dibawa.
Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda mengingatkan, agar jemaah ketika ke Masjidil Haram atau berpergian ke luar hotel melengkapi diri dengan alat pelindung diri berupa payung atau topi lebar untuk menghindari sengatan terik matahari.
"Selalu membawa dokumen penting berupa paspor dan dokumen penting lainnya, serta membawa kantong sandal dan dibawa saat ibadah di masjid," ujarnya.
Tak hanya itu, jemaah diminta menyiapkan kantong sendal untuk tempat alas kaki agar tidak hilang, Sebab, bila sembarangan diletakkan berpotensi hilang.
"Jangan meletakkan sandal di sembarang tempat di masjid, karena berpotensi hilang dan lupa. Berjalan tanpa alas kaki atau sandal berisiko kaki melepuh terutama di lantai luar masjid dan terminal bus," katanya.
Kemudian, jemaah haji diminta untuk memakai identitas pengenal serta berjalan bersama rekan-rekannya agar tidak tersesat di Masjidil Haram.
“Selalu mengenakan identitas pengenal berupa gelang dan smart card, tetap berkelompok dan jangan memisahkan diri untuk menghindari tersesat di masjid atau terminal bus. Jangan sungkan meminta bantuan petugas yang ada di area Masjidil Haram dan terminal,” ucapnya.
Baca Juga: Sebelum Umrah, Jemaah Diminta Istirahat yang Cukup
Widi melanjutkan sebagai antisipasi adanya jemaah haji asal Indonesia yang hilang atau tersesat, mereka bisa melaporkannya kepada petugas yang berada di 9 posko di Masjidil Haram, yakni:
- Pos 1 di Terminal Syib Amir
- Pos 2 di Pintu Marwa
- Pos 3 di Area Sa’i
- Pos 4 di Area Tawaf
- Pos 5 di Pintu Babussalam
- Pos 6 Samping Kanan Tower Zam-Zam (Depan Toilet 3)
- Pos 7 Samping Kiri Tower Zam-Zam
- Pos 8 di Sebelah Kiri Hotel Darut Tauhid, dan
- Pos 9 di Area Perluasan Masjidil Haram
“Keberadaan pos-pos yang tersebar ini diharapkan dapat membantu jemaah haji dan bentuk ikhtiar PPIH menghadirkan rasa aman dan khusyuk jemaah dalam menjalankan ibadahnya,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan laporan PPIH Arab Saudi sejak Jumat (24/5/2024) pukul 21.00 waktu Arab Saudi (WAS) atau Sabtu (25/5/2024) pukul 01.00 WIB, jemaah haji yang sudah tiba di Tanah Suci berjumlah 90.132 orang. Jemaah tersebut terbagi dalam 229 kelompok terbang.
Adapun jumlah jemaah yang wafat hingga berjumlah 11 orang. Kemudian pada Sabtu (25/5/2024) ada 23 kelompok terbang, dengan jumlah jemaah haji 8.974 orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Kapan Ramadan 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah, Cek Ketentuan Terbarunya
-
Amalan dan Anjuran Bulan Sya'ban Menurut Ustaz Adi Hidayat
-
Tanggal Berapa Puasa Ramadan 2026 Dimulai: Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
-
Doa Malam 27 Rajab, Mustajab Memohon Cita-cita
-
Amalan-amalan Bulan Syaban Menurut Anjuran Rasulullah dan Ulama
-
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026, Lengkap Niat, dan Amalan Sunah
-
Amalan Bulan Rajab Menurut Ustaz Adi Hidayat, Evaluasi Total Kualitas Hidup
-
Awal Rajab NU dan Muhammadiyah 2025, Ini Tiga Amalan yang Bisa Dijalankan
-
Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam, Apakah Boleh Menurut Ulama dan Fiqih?
-
KH Abdul Muid Ahmad, Ulama Rendah Hati dari Ponpes Al Muayyad Wafat Hari Ini