Religi / Kabar
Kamis, 06 Juni 2024 | 07:51 WIB
Ketua PPIH Arab Saudi Nasrullah Jasam [MCH 2024/Chandra Iswinarno]

Suara.com - Menjelang beberapa hari waktu puncak ibadah haji, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus melakukan sosialisasi kepada jemaah untuk melengkapi dokumen yang wajib dipenuhi.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua PPIH Arab Saudi Nasrullah Jasam.

"Dokumen utama jemaah haji ada dua, yaitu paspor dan visa haji. Bukan visa selain haji. Ini harus diingat oleh para jemaah yang akan melaksanakan haji," katanya.

Selain paspor dan visa haji, Arab Saudi membagikan smart card atau kartu pintar yang berfungsi saat jemaah akan masuk Arafah.

"Jemaah yang akan masuk Arafah harus punya smart card. Dan untuk punya ini, jemaah harus punya visa haji," tuturnya.

Smart card mulai diaktivasi oleh petugas maktab secara bertahap. Kemudian dibagikan kepada jemaah.

Nantinya, smart card ini akan diperiksa saat jemaah masuk wilayah mashaer, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Sebagai Konsul Haji, Nasrullah juga menyampaikan bahwa saat ini terjadi pengetatatan pemeriksaan dokumen jemaah.

Pemeriksaan ini dilakukan oleh petugas Saudi di berbagai tempat, bisa jadi termasuk di Masjidil Haram dan Nabawi.

Baca Juga: Gus Men: Misi Haji Lebih Sulit Daripada Misi Perang

"Pemeriksaan itu untuk memastikan jemaah yang bersangkutan memiliki visa haji atau tidak," tuturnya.

"Untuk jemaah yang punya dokumen-dokumen yang saya sampaikan tadi, aman," katanya.

Pemeriksaan juga dilakukan di check point masuk kota Makkah.

"Pemeriksaan di check point juga diperketat. Petugas memastikan jemaah yang masuk ke Makkah memiliki visa haji dan supir yang membawa jemaah punya izin masuk ke Makkah," katanya.

Dari pantauan Suara.com, beberapa check point menuju Kota Mekkah menjelang puncak ibadah haji dijaga ketat aparat keamanan.

Tak cuma itu, penjagaan di sejumlah pintu masuk menuju kota tersebut juga diperkuat aparat bersenjata laras panjang.

Load More