Suara.com - Naib Amirul Hajj Anwar Abbas menyerang balik Anggota Komisi VIII DPR Fraksi PDI Perjuangan Selly Andriany Gantina yang 'menyudutkan' kinerja petugas haji saat di Madinah.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menuding petugas haji asyik berbelanja, bukan melayani jemaah haji.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung dalam rapat Timwas Haji dengan Kementerian Agama (Kemenag) di Kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah, beberapa waktu lalu.
"Mohon maaf nih Pak Dirjen (Dirjen PHU Helmi Latief). Pada saat bubar Salat Jumat kami melihat petugas haji Indonesia yang harusnya bertugas di depan pintu Masjid Nabawi, mereka malah asyik di dalam toko untuk beli, belanja," katanya.
Menurut Mantan Wakil Bupati Cirebon ini, petugas haji seharusnya mencari jemaah yang belum datang.
"Seharusnya, mereka apa ya, mungkin mencari jemaah ada jemaah yang belum datang atau apa. Saya sih cuma memperhatikan saja," Tambahnya.
Mengomentari pernyataan Selly, Naib Amirul Hajj Anwar Abbas menilai tudingan tersebut tidak berdasar. Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini justru mempertanyakan tudingan Selly tersebut yang dinilai tidak tepat.
"Sepanjang sepengetahuan saya, jemaah tahap kedua belum ada yang ke Madinah. Jadi siapa yang dilayani?" ujar pria yang akrab disapa Buya tersebut kepada Media Center Haji (MCH) yang ada di Madinah, Minggu (23/6/2024).
Menurutnya, tidak ada masalah bila petugas boleh saja belanja sepanjang belum ada jemaah haji Indonesia yang memang harus dilayani.
Baca Juga: Beberkan Persoalan Haji Tahun Ini, Gus Men: Lahan Terbatas dan Kesehatan
"Menurut saya tidak jadi masalah, jemaah yang dilayani tidak ada. Kesimpulan saya mungkin tidak tahu kalau jemaah tidak ada," ujarnya.
Buya kemudian mengungkapkan bahwa seluruh petugas haji sudah maksimal dalam bekerja. Bahkan, ia sempat menanyakan kepuasan kinerja petugas haji kepada jemaah.
"Mereka sudah bekerja maksimal, saya sempat bertanya kepada jemaah, mereka puas," ucapnya.
"Jika ada satu dua kurang, wajar karena tidak ada kesempurnaan, Namun pemantauan saya, haji tahun ini lebih baik dari tahun lain," lanjutnya.
Sebagai informasi, tudingan yang disampaikan Selly bahwa petugas haji tidak melayani jemaah, malah belanja saat di Madinah memang tidak mendasar. Pasalnya, Jemaah Haji Indonesia reguler ketika itu belum ada yang tiba di Madinah.
"Kalaupun ada jemaah transit yang seharusnya berangkat dari Jeddah, Garuda membuat mereka berangkat dari Madinah," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan