Suara.com - Bulan Syaban merupakan salah satu bulan yang memiliki keutamaan dalam Islam, di mana bulan ini menjadi momen persiapan menjelang Ramadan. Jadi, umat Muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunnah.
Dua jenis puasa yang sering dilakukan pada bulan Syaban yaitu puasa Nisfu Syaban dan puasa Ayyamul Bidh, di mana keduanya memiliki keistimewaan tersendiri dan dapat menjadi sarana meningkatkan ketakwaan.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang niat, tanggal, dan keutamaan dari puasa Nisfu Syaban dan puasa Ayyamul Bidh. Pastikan Anda simak informasinya sampai akhir!
Kapan Puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh?
Puasa Ayyamul Bidh tahun 2025 ini bertepatan dengan datangnya malam Nisfu Syaban, yaitu tanggal 13-14 Februari 2025. Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa di pertengahan bulan mulai dari tanggal 13-15 Syaban Hijriyah, jadi puasa Ayyamul Bidh dalam penanggalan masehi berlangsung dari tanggal 12-14 Februari 2025.
Tentunya, puasa Ayyamul Bidh kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan puasa Nisfu Syaban. Direktur Aswaja Center PWNU Jatim, KH Ma'ruf Khozin dalam buku kecil berjudul Mana Dalil Nishfu Syaban menjelaskan, bahwa puasa Nisfu Syaban dianjurkan untuk dikerjakan karena termasuk hari-hari purnama atau Ayyamul Bidh (tanggal 13-14-15 Hijriyah) yang dianjurkan untuk berpuasa di setiap bulan.
Dalil mengenai puasa Nisfu Syaban disebutkan dalam Sunan Ibnu Majah, yang artinya:
Dari [Ali bin Abu Thalib] ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila malam Nisfu Syaban, maka sholatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya. Sesungguhnya Allah SWT turun ke langit bumi pada saat itu ketika matahari terbenam, kemudian Dia berfirman: “Adakah orang yang meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya? Adakah orang yang meminta rezeki padaku maka Aku akan memberinya rezeki? Adakah orang yang mendapatkan cobaan maka Aku akan menyembuhkannya? Adakah yang begini, dan adakah yang begini…hingga terbit fajar".
Niat Puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh
Baca Juga: Sholat Nisfu Syaban Berapa Rakaat? Ini Tata Cara yang Benar Sesuai Sunnah
Puasa sunnah Ayyamul Bidh bisa digabungkan dengan puasa Syaban, serta puasa sunnah Kamis, berikut ini adalah bacaan niatnya:
1. Niat Puasa Nisfu Syaban
"Nawaitu Sauma Syahri Syahban Sunnatan Lillahi Ta'ala", yang artinya "Saya niat puasa bulan Syaban sunnah karena Allah ta’ala".
2. Niat Puasa Ayyamul Bidh
"Nawaitu sauma ayyaamal bidh sunnatan lillaahi ta'ala", yang artinya "Saya berniat melakukan puasa pada hari-hari putih, sunah karena Allah ta'ala".
Keutamaannya Puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Kapan Ramadan 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah, Cek Ketentuan Terbarunya
-
Amalan dan Anjuran Bulan Sya'ban Menurut Ustaz Adi Hidayat
-
Tanggal Berapa Puasa Ramadan 2026 Dimulai: Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
-
Doa Malam 27 Rajab, Mustajab Memohon Cita-cita
-
Amalan-amalan Bulan Syaban Menurut Anjuran Rasulullah dan Ulama
-
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026, Lengkap Niat, dan Amalan Sunah
-
Amalan Bulan Rajab Menurut Ustaz Adi Hidayat, Evaluasi Total Kualitas Hidup
-
Awal Rajab NU dan Muhammadiyah 2025, Ini Tiga Amalan yang Bisa Dijalankan
-
Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam, Apakah Boleh Menurut Ulama dan Fiqih?
-
KH Abdul Muid Ahmad, Ulama Rendah Hati dari Ponpes Al Muayyad Wafat Hari Ini