Viral video wanita WNI bernama Enny Sustrawati yang sedang mengambil barang buangan di tempat pembuangan barang bekas di daerah Sydney Australia.
Jika biasanya di Indonesia pekerjaan pemulung mencari barangnya di tempat sampah dan barangnya gak layak pakai. Berbeda di negeri kangguru itu.
Video ini viral di jagat maya, namun wanita ini buka semerta-merta menjadi pemulung. Enny hanya iseng dengan membagikan momen dirinya memulung barang bekas di Australia.
“Mulung di Australia check,” tulis pada keterangan di Video.
Dalam video itu terlihat barang hasil pulungan yang telah dikumpulkan. Enny pun memperlihatkan barang-barang tersebut yang cukup banyak.
Menariknya, barang hasil mulungnya ini masih layak pakai bahkan tak seperti hasil memulung di Indonesia. Ennya menunjukkan dirinya mendapatkan pengering rambut sampai catokan yang masih bagus.
“Kesini (ke Australia) nggak bawa catokan. Rambut sudah brekel iseng scroll mau beli online, eh di jalan nemu pengering rambut dan catokan,” tulisnya.
Enny juga memperlihatkan beberapa makanan yang masih bisa dimakan dan jarak kadaluarsanya masih sampai 2024.
Beberapa barang branded seperti sepatu nike juga ia dapatkan. Yang paling menarik perhatian lagi, Enny juga mendapatkan beberapa barang elektronik seperti laptop, jam tangan IWatch, iPhone, sampai Macbook.
Baca Juga: Syarat dan Cara Daftar Ulang PPDB Jabar 2023 Jenjang SMA dan SMK
Barang yang ditemukan Enny semuanya masih dalam kondisi bagus dan berfungsi. Video tersebut pun viral hingga membuat banyak warganet yang penasaran ini mencoba memulung di Australia.
"Kayaknya aku kalau disana tiap hari kerjaannya mulung aja deh. Barang-barangnya masih pada bagus itu," tulis warganet.
"Pas apply visa ke Australia terus ditanya 'tujuannya mau apa pak?' jawabnya 'mau jadi pemulung' haha," ujar lainnya.
"Beda sama disini ya. Disini nunggu berkarat atau nunggu sepatunya jebol dulu baru dibuang," timpal akun warganet.
"Enak banget ya tinggal di sana nggak perlu belanja tinggal ambil-ambil doang haha," kata warganet.
Berita Terkait
-
Terungkap Motif Dibalik Pelemparan Ponsel ke Bebe Rexha saat Mangung, Pelaku: Kesenangan Semata
-
Pilunya Nasib Siswi SMP Ini, Jadi Korban Bullying sampai Memar-memar, Eh Pelaku Malah Playing Victim: Capek Masalah Selalu Datang
-
Bak Toko Emas Berjalan, Heboh Pengantin Wanita Pakai Gelang Emas Disekujur Tubuhnya, Sulit Jalan sampai Dibantu, Ada Ada Saja!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari
-
5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal
-
Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut
-
5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit
-
Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?
-
Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Jaktim - Tinggalkan Korban, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi