Rendy Kjarnett jadi sorotan usai mengakui perselingkuhannya dengan Syahnaz Sadiqah. Saat muncul melakukan konferensi pers dan di YouTube Denny Sumargo, Rendy tak membantah tudingan yang dilayangkan sang istri, Lady Nayoan. Selama memberikan penjelasan, ekspresi Rendy ikut menjadi sorotan. Salah satunya pakar ekspresi, Kirdi Putra.
"Jadi kalau kita bicara tentang ekspresi yang ditampilkan Rendy dan bagaimana dia melakukan preskon-nya, buat saya ini pertanyaan menarik, kenapa? Satu permintaan maaf itu kita bisa sebut sebagai permintaan maaf yang bener-bener tulus kalau misalnya permintaan maaf mengandung tiga part," kata Kirdi Putra.
"Satu harusnya menjelaskan siapa yang minta maaf, kedua minta maaf kepada siapa secara spesifik. Nah di sini Rendy gagal nih, harusnya menjelaskan bahwa dia meminta maaf kepada istrinya Lady misalnya, enggak tapi dia buka luas, kepada masyarakat luas, kepada keluarga saya, kan gak spesifik, gak jelas kepada siapa," imbuhnya.
"Nah yang lebih gak jelas lagi, yang ketiga untuk apa? Tapi ini kan tidak, apakah ini sebuah permintaan maaf yang tulus jawabannya tidak, itu satu," terangnya.
Selain itu, Kirdi juga gak melihat adanya penyesalan yang diperlihatkan Rendy. Kirdi menyimpulkan munculnya Rendy adalah salah satu cara untuk memperbaiki nama baiknya.
"Kedua ketika Rendy itu selama pres konfres kita perhatiin deh cara dia mau fokus pada keluarganya, perbaikan keluarga. Kalau kita tutup wajah bagian atas, kita lihat bagian bibir, ini senyum ditahan, artinya apa itu gabungan dari ekspresi takut dan sedih. Dan ekspresi takut dan sedih itu sama sekali tidak muncul di Rendy, yang ada dia gugup sebelumnya dan nahan senyum dalam prosesnya, ini tidak ada penyesalan," imbuhnya.
"Jadi ini sebuah publisistikan kalau bahasa saya, ini adalah cara dia untuk menjaga nama baik dia, tapi bukan klarifikasi atau permintaan maaf sebenarnya berdasarkan data-data tersebut," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Link Live Streaming PSG vs Arsenal: Siapa Bakal Angkat 'Si Kuping Besar'?
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Influencer Ini Akan Dijemput Paksa Polisi Kasus Whip Pink
-
Geger Teror Pocong di Lampung Timur: Ternyata Rekayasa AI Buatan 7 Bocah Ingusan
-
Bilal Indrajaya Bawakan Konsep "Tribute to The Beatles", Nyanyikan Lagu Kesukaan Sang Anak
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Nyawa Wanita Muda Melayang Gara-gara Kartu SIM: Tragedi Berdarah di Siger Park Bakauheni
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Pengguna Whip Pink Alami Lumpuh Temporer