Baru-baru ini jagat maya dihebohkan dengan ulah mahasiswa yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitasi Mataram. Pasalnya, salah seorang mahasiswa tersebut membuat warga tersinggung gegara celotehannya.
Akibat aksinya yang berceloteh di media sosial dan viral, timbulah rasa sakit hati warga dan mengusirnya dari tempat yang menjadi proses KKN.
Video mahasiswa saat diusir itu diunggah oleh akun salah satu akun TikTok @melisairmayanishh. AP, salah satu mahasiswa KKN yang membuat heboh ini pun meminta maaf pada warga sebelum akhirnya di bawa warga.
“Detik detik mahasiswa kkn di usir warga KLU,” tulis pada caption dikutip, Selasa (25/7/2023)
Suasana saat itu nampak ramai dan riuh dari wargan yang berdatangan dan mensoraki AP saat hendak dibawa pulang.
Video detik-detik mahasiswa KKN ini di usir pun sudah ditonton sebanyak 6 juta kali dengan 3000 lebih komentar.
Para warganet pun memberikan komentar yang beragam, salah satunya mengingatkan akan bisa bijak bersosial media dan hati-hati dalam berucap.
“Pentingnya menjaga lisan,” kata warganet.
“Hati” makax mba dalam bersosial media,, ksian juga sich,” balas lainnya.
Baca Juga: 5 Keuntungan Bersikap Tenang, Bikin Kamu Lebih Bijaksana
Di sisi lain, Universitas Mataram pun buka suara untuk menjelaskan masalah mahasiswinya yang menjadi bulan-bulanan warga itu.
"Pagi tadi kami sudah mengirim Dr Misbahuddin sebagai Koordinator Kerja Sama dan KKN ke Desa Kayangan untuk bertemu langsung dengan kepala desa dan tokoh-tokoh masyarakat di sana untuk meminta maaf atas nama instansi,” ujarnya dikutip dari Kompas.com, Selasa (25/7/2023).
"Kami sudah bertemu dengan Bu Camat, Kepala Desa, dan Kesbangpol setempat, sudah tidak ada masalah dan semua sudah kondusif," katanya.
“Tidak ada pengusiran dari warga. Ya memang ada beberapa warga yang tidak terima, itu wajar, hanya 2-3 orang saja yang tidak terima. Mahasiswi yang bersangkutan juga dipulangkan itu berdasarkan permintaan Bu Camat demi keamanan mahasiswi itu sendiri,” tutur dia.
Meski begitu, mahasiswa yang bersangkutan itu dikatakan hanya dipulangkan beberapa hari saja demi keamanannya.
Berita Terkait
-
Resep Seblak Papeda ala Rafael Tan, Enaknya Viral Banget
-
Baru Jadi Pengantin Baru, Anggi Balik ke Pelukan Mantan Pacar, Ternyata Ini Alasannya Hingga Mau Dinikahi sampai Kabur, Gak Cinta?
-
Nahloh... Niat Hati Ingin Viral, TikToker Popo Barbie Malah Terancam 10 Tahun Penjara Gegara Video Tak Lazim dengan Manekin
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
14 Layanan Apple Masuk Verifikasi Komdigi, Ini Daftar Fitur yang Dievaluasi
-
Nelung Dino hingga Nyewu Dino: Beban Finansial yang Tabu Untuk Dibicarakan
-
Spanyol Usung Misi Balas Dendam saat Jumpa Portugal di 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Prambanan Jazz Festival Kembali Hadir, Pengunjung Bisa Nikmati Berbagai Promo lewat BRImo
-
Ketika Kebiasaan Buruk Menjadi Budaya, Korupsi Pun Sulit Diberantas
-
Zero Tolerance terhadap Fraud, BRI Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Perusahaan
-
Telkomsel Dorong UKM Go Global dengan AI, DCE Academy 2026 Cetak Wirausaha Digital Baru
-
Dukung Penguatan Tata Kelola Danantara, BRI Tegaskan Komitmen Berantas Fraud
-
Ekonom CORE Minta Danantara Buka Laporan Keuangan 2025, Buktikan Diri SWF Global
-
BRI Tingkatkan Pengendalian Internal dan Manajemen Risiko untuk Cegah Fraud