Selebtek.suara.com - Penelitian mengenai dunia luar akan selalu menarik perhatian. Imajinasi pergi ke sebuah planet dan tinggal di planet tersebut jadi mimpi sebagian anak-anak. Mimpi tersebut dijaga selalu dengan hadirnya karya fiksi mengenai adanya kehidupan selain di bumi. Beranjak dewasa, imajinasi tersebut menjadi ilmiah dengan rujukan dan bacaan berbagai hasil penelitian yang dilakukan oleh lembaga-lembaga penelitian antariksa, baik lembaga antariksa mandiri sebuah negara seperi NASA, CNSA, Roscosmos, CNES atau pun yang dibentuk oleh konsorsium beberapa negara.
Jauhnya jarak antar planet dan masih terbatasnya teknologi pesawat ruang angkasa menjadikan obyek penelitian para lembaga tersebut masih terbatas. Planet Merah tersebut bernama Mars, sebuah planet tetangga terdekat bumi yang dianggap memiliki karakteristik cukup mirip dengan bumi adalah obyek paling mungkin diteliti. Jarak terdekat Mars dengan bumi sekitar 54,6 juta Km, sedangkan jarak terjauhnya 401 juta Km. Jika Mars sebegitu jauhnya berapakah waktu yang diperlukan Dilan untuk bertemu dengan Milea ?
Waktu yang diperlukan untuk sampai ke Mars sudah jadi perhatian para ahli sejak lama. Menurut Profesor David P. Stern berdasarkan skema Hohmann Transfer Orbit menggunakan rumusan Hukum Kepler tentang gerak planet di Tata Surya. Menurut perhitungannya, Mars dapat dicapai dengan waktu 0,709 tahun atau 8,5 bulan. Sedangkan Elon Musk Konglomerat Jenius sudah memasarkan perjalanan ke Mars dengan menggunakan pesawat SpaceX, perhitungan perjalanan selama 80 hari yang konon bisa dipersingkat menjadi 30 hari. Tentunya hal ini tidak masuk akal jika anda termasuk ke dalam golongan yang mempercayai bumi datar.
Sebenarnya apa yang dicari? apabila jawabannya kehidupan, maka unsur utama kehidupan adalah air. Tubuh manusia dewasa terdiri dari 70% air dan berubah sesuai umur. Begitu pula dengan hewan dan tumbuhan. Maka untuk menemukan bukti kehidupan atau bisa hidup di suatu planet hal yang pertama harus ditemukan adalah air. Kabar gembiranya adalah sebuah rover Cina bernama Zhurong telah menemukan bukti bahwa ada air cair di Mars.
Seperti dikutip dari www.bigthink.com Air cair di Mars: Berdasarkan penelitian sebelumnya, para ilmuwan percaya ada air cair di Mars hingga sekitar 3 miliar tahun yang lalu — titik di mana zaman "Amazon" kering di planet ini dimulai dan era geologis sebelumnya (zaman "Hesperian" ) berakhir. Setelah mendarat di Mars pada Mei 2021, penjelajah Zhurong China mulai mengumpulkan data sampel tanah. Ketika peneliti dari CAS dan Universitas Kopenhagen menganalisis beberapa data itu, mereka menemukan bukti air dalam sampel yang baru berusia 700 juta tahun. Tiga Milyar tahun ke 700 tahun memangkas garis waktu dan menguatkan harapan.
Air yang terhidrasi dalam sampel mineral dan batuan menjadi secercah harapan bahwa Air dapat diproduksi di Mars. Mungkin Langkah ini masih jauh, namun pada akhirnya menjadi relative Ketika sejarah mencatat perkembangan teknologi yang begitu cepat melaju selama 100 tahun ini. Mengekstrasi air sekaligus menyiapkan oksigen. Seperti yang kita tahu air berumus Kimia Hidrogen dan Oksigen. Hidrogen dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk menggerakan mesin-mesin penunjang kehidupan dan pesawat. Oksigen diperlukan untuk manusia dan mahluk hidup yang akan mendiami Mars di masa yang akan datang.
Masa depan adalah imajinasi, menjadikannya fakta merupakan tugas para ilmuwan. Hari ini dan hari-hari kedepan para ahli merumuskan pengetahuan sejarah perkembangan air di Mars, berapa jumlah air yang terhidrasi, meyiapkan teknologi untuk mengekstraknya. Imajinasi koloni-koloni manusia penghuni Planet merah ini sepertinya akan menguat menjadi semakin jernih di abad-abad ini. Bagaimana pun selain air, ada mineral tambang yang bisa dihasilkan di planet ini. Hari ini kita membahas berapa air yang mungkin dihasilkan di Mars berbarengan dengan ketakutan para ahli dimana ketersediaan air bersih di bumi semakin sulit dan mahal.
Penulis adalah Guru Bahasa Sunda, Pendiri Gerakan Cisadane Resik, Direktur Pakwan Institute
Berita Terkait
-
Indonesia Gabung Kampanye Global 50-in-5: Masa Depan Digital Masyarakat Lebih Terhubung & Inklusif
-
Belajar Saling Memahami dari Buku Men Are from Mars, Women Are from Venus
-
Gus Miftah Masuk Radar Pemimpin Masa Depan PBNU
-
Donald Trump Rilis 160 Dokumen Rahasia UFO: Bahas Alien dan Objek Misterius
-
Pesantren dan Masa Depan Karakter Bangsa: Jangan-jangan Ini Jawabannya
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati