Selebtek.Suara.com - Nama Candi Asu yang berada di Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Magelang menuai kontroversi. Nama tempat pemujaan itu memang sama dengan panggilan anjing dalam bahasa Jawa, asu.
Letak candi Asu di lereng sebelah barat Merapi, ini diperkirakan berhubungan dengan ritus pemujaan masyarakat Mataram Kuno. Juru Pelihara Candi Pendem Jumat mengatakan, kawasan yang dikenal sebagai kompleks candi Sengi ini terdiri dari Candi Pendem, Candi Asu, dan Candi Lumbung.
Setiap candi memiliki fungsi ritual sendiri yang dihubungkan dengan siklus tanam padi. Di Candi Pendem misalnya, masyarakat kuno Merapi menggelar ritual pemujaan untuk mengawali masa tanam padi. Mereka meminta hasil panen melimpah kepada Dewi Sri.
Setelahnya, pada masa perawatan, mereka menggelar ritual pemujaan di Candi Asu. Ia mengakui banyak yang salah menafsirkan penamaan Candi Asu.
"Nama Candi Asu ada beberapa versi. Kalau lihat di Google, dinamakan Candi Asu karena di sekitarnya dulu banyak anjingnya. Itu persepsi yang salah,”katanya dilansir dari suara.com.
Nama candu Asu memiliki versi lain, salah satunya berasal dari temuan arca nandi (sapi) berukuran kecil yang bentuknya tak lagi sempurna. Karena bentuk yang tak sempurna itu, warga mengira patung nandi tersebut adalah arca anjing atau asu dalam bahasa Jawa.
Arca nandi sendiri sejak lama sudah tak berada di tempatnya, meski sempat tercatat.Parahnya, ada yang salah persepsi menghubungkan Candi Asu dengan mitos Dewindani, seorang putri yang dihukum karena mengumbar nafsu seksual.
Jumat mengatakan, Asu yang dimaksud pada penamaan candi itu bermakna Aso (beristirahat). “Jadi sebenarnya ‘aso’ bukan ‘asu’. Tapi karena telanjur salah kaprah, masyarakat sekitar menamakan Candi Asu.”Makna ngaso candi itu juga dikaitkan sebagai “tempat istirahat” Maharaja Rakai Kayuwangi, penguasa tanah perdikan lereng Merapi pada masa Mataram Hindu.
Banyak orang meyakini, di Candi Asu jasad Rakai Kayuwangi dimakamkan. “Di sini tanah perdikannya Rakai Kayu Wangi. Dia diberi (wilayah kekuasaan) oleh Raja Mataram Hindu.”
Baca Juga: Heboh Kontroversi Nama Candi Asu di Magelang, Begini Penjelasannya
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Followers Almeria Melonjak Jadi 2,8 Juta usai Dibeli Cristiano Ronaldo, Sebelumnya Hanya 10 Ribu
-
Viral Harimau Sumatera Muncul Lagi di Agam, BKSDA Sumbar Pasang 6 Kamera Jebak!
-
Fajar Sadboy Akhirnya Bicara soal Diludahi Indra Frimawan: Dia Sudah Minta Maaf
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Cristiano Ronaldo Resmi Beli Klub Kasta Kedua Spanyol, Begini Komentarnya
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Range Rover Autobiography Rp8,5 M Jadi Mobil Dinas Gubernur Kaltim
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
Pertama Dalam Sejarah! Kumandang Azan Bergema di Old Trafford Markas Manchester United